Ditanya kemungkinan duet Dedi-Anton di Pilgub Jabar, Hasto sebut semua opsi bisa saja

Menurutnya, mengusung pasangan calon dalam Pilkada, PDIP tidak hanya melihat aspek individu semata. Tapi melihat bagaimana kerjasama dengan parpol pengusung, bagaimana tugas kepemimpinannya untuk mengatasi masalah di daerahnya dan membangun masa depan yang lebih baik.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ditanya kemungkinan duet Dedi-Anton di Pilgub Jabar, Hasto sebut semua opsi bisa saja
Hasto Kristianto. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Kasak kusuk PDI Perjuangan jelang Pilgub Jabar 2018 mendatang memang tak terlihat dibandingkan partai lainnya. Padahal PDIP memiliki kursi terbanyak di Jabar yakni 20 kursi. Dengan jumlah itu, PDIP bahkan bisa mencalonkan jagoannya tanpa harus berkoalisi.

Menurut Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mereka masih melakukan komunikasi politik dengan partai lain soal Pilub Jabar.

"Prinsipnya PDIP memiliki kursi yang cukup sekiranya untuk mencalonkan diri ataupun bergandengan tangan dengan parpol lain. Hanya kami masih melakukan komunikasi politik," jelas Hasto di sela mengisi acara memperingati Hari Ibu di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusa, Jumat (22/12) .

Menurutnya, koalisi dengan parpol yang sama-sama mendukung pemerintah dan sama-sama pengusung Joko Widodo dalam Pilpres 2019 menurutnya sangat baik. Hal itu dapat memperkuat konsolidasi pemerintahan Jokowi untuk menghadapi tahun-tahun menjelang Pemilu.

"Jadi kami membuka ruang komunikasi," ujarnya.

Mengenai rencana memasangkan Dedi Mulyadi dengan Anton Charliyan, Hasto enggan menanggapi lebih jauh. Tapi pasangan itu masuk dalam opsi calon pasangan yang akan diusung.

"Ya memang berbagai opsi-opsi bisa dilakukan, tetapi PDIP di dalam mencalonkan pasangan calon tidak hanya melihat aspek individu semata tapi bagaimana kerja sama dengan parpol pengusungnya," jelas dia tanpa mau menyinggung spesifik apakah duet itu benar didukung PDIP.

Menurutnya, mengusung pasangan calon dalam Pilkada, PDIP tidak hanya melihat aspek individu semata. Tapi melihat bagaimana kerjasama dengan parpol pengusung, bagaimana tugas kepemimpinannya untuk mengatasi masalah di daerahnya dan membangun masa depan yang lebih baik.

"Karena bagi kami Pilkada serentak itu perpaduan antara ketokohan dari para pasangan calon dengan pergerakan mesin politik partai. Karena kami kedepankan cara pemenangan dengan cara gotong royong itu," paparnya.

Pengumuman calon ini akan dilaksanakan awal Januari 2018.

"Prinsipnya PDIP akan terus mendorong kader dari internal partai. Tapi sekiranya masyarakat memang menghendaki lain, partai juga membuka diri hadirnya kepemimpinan di luar mesin partai," kata Hasto.

Rekomendasi