DPP Partai Golkar resmi mencopot Yorrys Raweyai dari jabatan Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Sebagai gantinya, DPP Partai Golkar menunjuk Letjen (Purn) Eko Wiratmoko. Penunjukan Eko dipertanyakan sejumlah pihak lantaran namanya tak cukup 'familiar' di internal partai berlambang pohon beringin.
Ketua DPP Partai Golkar Aziz Samual mengatakan, Eko sudah cukup lama menjadi kader partai. Dia menyebut, Eko sudah menjadi kader Golkar sejak kepemimpinan Soeharto. Namun Eko tidak menjabat posisi apapun di kepengurusan partai karena masih aktif di militer.
"Sudah cukup lama, dari zaman Pak Harto juga sudah kader Golkar," kata Aziz saat dihubungi, Rabu (4/10).
Aziz menilai Eko adalah sosok yang tepat menggantikan Yorrys. Sebab, mantan staf khusus Kasad ini disebut memiliki rekam jejak yang baik dan bisa mengayomi semua kader. Aziz berharap Eko bisa menghadirkan stabilitas di internal partai.
"DPP milih beliau untuk gantikan Pak Yorrys untuk tingkatkan kenyamanan dan memberikan keamanan yang baik buat partai ke depan. Dan mengayomi semua kader partai," ucapnya.
Diketahui, Partai Golkar bersikap tegas menindaklanjuti manuver yang dilakukan Yorrys Raweyai. Yorrys kerap menyuarakan pelengseran Setya Novanto dari ketua umum Golkar.
"Beliau diganti sejak kemarin sore, surat ditanda tangani langsung oleh ketua umum dan sekjen," kata Ketua DPP Golkar bidang pemenangan pemilu wilayah Indonesia Timur, Aziz Samual saat dihubungi merdeka.com, Selasa (3/10).
Aziz menilai, Yorrys dianggap telah melakukan banyak persoalan yang membuat internal Golkar gaduh. Sehingga, posisinya sebagai Koordinator bidang Polhukam digantikan oleh Letjen (purn) Eko Widyatmoko.
"Alasannya Pak Yorrys sudah buat masalah, tidak sesuai aturan Partai Golkar, melebihi kewajaran, diputuskan untuk diganti yang gantikan Letjen (purn) Eko Widyatmoko," kata Aziz.