Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari heran putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan ujaran kebencian. Menurutnya, usai melihat video blog Kaesang tak ada pernyataan yang dapat dikategorikan ujaran kebencian.Maka dari itu, Eva menilai pelaporan tersebut murni bermuatan politis sekaligus ingin menyerang ayah Kaesang, yaitu Presiden Joko Widodo. Selama menjabat sebagai Presiden, dia mengungkapkan, Joko Widodo acapkali diserang dan kali ini melalui putra bungsunya."Ya apapun menurutku ya yang akan dilakukan Kaesang pasti akan dipelintir-pelintir. Karena Bagaimana pun ini politik bukan karena sekedar ujaran kebencian. Konteksnya konteks politik dan kita tahu Pak Jokowi, pemerintahan pasti akan diserang terus menerus lah," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (6/7).Eva meyakini pernyataan Kaesang dalam video blog tersebut tak termasuk kategori ujaran kebencian. Sebab, kata dia, Kaesang tak melontarkan pernyataan yang meminta masyarakat untuk memusuhi kelompok tertentu."Karena tidak ada mobilisasi sedemikian kan, untuk mengajak orang membenci pada satu kelompok tuh ndak ada," tegasnya.Oleh sebab itu, Eva yakin kasus ini akan berhenti. Sebab, dia meyakini tak ada bukti kuat yang ditemukan untuk memenuhi tuduhan yaitu ujaran kebencian.Terlebih, dia mengatakan pelapor merupakan orang yang bermasalah karena pernah tersandung masalah hukum."Makanya (pelaporan) jadi enggak legitimate lah untuk ditindaklanjuti," ujarnya. Meski demikian, Eva tak mengetahui siapa lawan politik yang menjadi aktor dibalik pelaporan terhadap putra bungsu Jokowi tersebut."Kita nggak tahu siapanya, tapi Pak Jokowi jokowi dikata-katain yang PKI, pro China lah. Jadi semua kesempatan untuk melemahkan pasti akan dipake. Kebetulan Kaesang bisa dijadikan entry point ya untuk juga menyerang Pak Jokowi lah atau pemerintah," tutupnya.
Eva Sundari sebut pelaporan Kaesang untuk serang Jokowi
Eva meyakini pernyataan Kaesang dalam video blog tersebut tak termasuk kategori ujaran kebencian. Sebab, kata dia, Kaesang tak melontarkan pernyataan yang meminta masyarakat untuk memusuhi kelompok tertentu.
Rekomendasi