Sandiaga sebut ada kekhawatiran Pilgub DKI tak demokratis

Sandiaga sebut ada kekhawatiran Pilgub DKI tak demokratis. Sikap tegas itu pun diamini oleh Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sandi sapaaanya, sepakat kalau pihak yang tak memiliki hak suara di Jakarta tak lantas memaksakan diri untuk bisa ikut memilih.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Sandiaga sebut ada kekhawatiran Pilgub DKI tak demokratis
Sandiaga Uno. ©2017 Merdeka.com

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menyampaikan pesan tegas di tengah makin panasnya suhu politik nasional jelang putaran kedua Pilgub DKI Jakarta. Kata Sumarsono, urusan Pilkada Jakarta biarlah orang Jakarta saja yang mengurus. Jangan sampai orang dari luar Jakarta ikut campur. Sikap tegas itu pun diamini oleh Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sandi sapaaanya, sepakat kalau pihak yang tak memiliki hak suara di Jakarta tak lantas memaksakan diri untuk bisa ikut memilih. "Kita sepakat bahwa kalau yang tidak memiliki hak pilih ya jangan ikut pemilu," kata Sandiaga di Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (24/3). Politisi Partai Gerindra ini menilai, warga daerah tampak mencermati benar proses Pilgub DKI Jakarta. Mereka pun melihat adanya gelagat kekhawatiran proses demokrasi di Jakarta yang tak adil. "Ada satu kekhawatiran bahwa pemilu yang ada dan demokratis ini dikhawatirkan tidak bisa dihadirkan. Jadi banyak sekali kekhawatiran dari masyarakat Indonesia yang ikut memperhatikan," ungkap Sandi.Meski demikian, Sandiga mempercayai aparat yang berwenang untuk mengatur jalannya demokrasi di Jakarta. Terlebih pada saat hari pencoblosan 19 April mendatang. "Saya serahkan kepada aparat untuk mengatur flow-nya supaya tidak banyak gesekan di 19 April. Mestinya OK OCE banget," tutupnya.

Rekomendasi