Nurdin Halid kini menjabat sebagai ketua DPD I Partai Golkar Sulsel menggantikan Syahrul Yasin Limpo yang masuk purna bakti. Kepemimpinannya tidak diperpanjang oleh DPP Partai Golkar, karena hingga di ujung periodenya belum menggelar Musda.Terkait pergantian dirinya, Syahrul Yasin Limpo menyinggung terkait jegal menjegal. Namun dirinya tak menjelaskan lebih rinci maksud dari pengakuannya, apakah menyindir lawan politik atau ada maksud lain."Sekarang ini lebih banyak perhatian ke pemerintahan, saya lebih bersyukur daripada konsentrasi ke hal-hal lain yang orang lain menganggapnya tidak perlu. Ini jalannya saya mengabdi lebih banyak untuk rakyat. Oleh karenanya soal Golkar, jegal menjegal sudahlah. Tanya sana pelaksana tugasnya. I am Happy saja. Saya tidak ada keberatan," kata Syahrul di teras kantor Gubernur Sulsel, Kamis (1/9).Dia berharap, penerusnya bisa mewariskan kondisi internal Golkar yang lebih baik."Jangan sampai menyisakan ulat-ulat di atas pohon yang bisa mengakibatkan pohon itu tidak bisa berkembang. Itu gak bagus," tandas Syahrul yang pernah jadi rival Setya Novanto dalam Munas Golkar baru-baru ini.
Dicopot dari ketua DPD Golkar, Syahrul sindir manuver lawan politik
Syahrul menyindir terkait jegal menjegal hingga 'ulat' di ujung pohon.
Advertisement
Rekomendasi