Masuk koalisi kekeluargaan, PDIP tak mau kalau cuma dapat Wagub

"Apa kata dunia partai yang memenangkan pemilu masa nyalonin untuk jadi nomor dua," kata Gembong.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Masuk koalisi kekeluargaan, PDIP tak mau kalau cuma dapat Wagub
Kampanye PDIP. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Tujuh partai politik resmi mendeklarasikan diri untuk berkoalisi di Pilgub DKI Jakarta 2017. Mereka ingin mencari sosok gubernur dan wakil gubernur melawan bakal calon incumbent Basuki T Purnama (Ahok).Mereka adalah, PDIP, Gerindra, Demokrat, PAN, PKB, PPP dan PKS. Sementara Ahok, didukung oleh tiga partai yakni Golkar, NasDem dan Hanura.Meskipun ikut dalam koalisi, PDIP sebagai partai pemenang pemilu menegaskan ogah jika calonnya nanti hanya diusung sebagai wakil gubernur. Dia ingin, kursi calon gubernur disiapkan untuk kadernya."Ya enggak lah (wagub), apa kata dunia partai yang memenangkan pemilu masa nyalonin untuk jadi nomor dua (wakil gubernur)," ujar Wakil Ketua Bappilu PDIP DKI Jakarta, Gembong Warsono usai melaksanakan rapat koalisi dengan tujuh partai lainnya di rumah makan Bunga Rampai, Jakarta Selatan, Senin (8/8).Sementara soal nama Tri Rismaharini yang santer didesak maju, PDIP masih belum mau mengungkap hal tersebut. Menurut dia, keputusan nama calon gubernur ada di tangan DPP PDIP."Semua keputusan tinggal kita tunggu dari pusat. Yang jelas kita mencalonkan untuk nomor 1 (calon gubernur)," terang dia.Koalisi kekeluargaan ini memiliki 7 kriteria calon gubernur DKI Jakarta. Tujuh kriteria itu adalah cerdas, berwibawa, arif, bijaksana, tegas, beradab, santun dan beretika.

Rekomendasi