Delapan calon ketua umum akan bertarung dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar yang akan dibuka sore ini, Sabtu (14/5) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Nusa Dua, Bali. Salah satu calon ketua umum, Ade Komarudin mendapat dukungan dari keluarga Soeharto. Akom pun makin pede menghadapi persaingan.Kemarin, Jumat (13/5), Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menyatakan dukungan untuk Ade Komarudin di Munaslub. Tommy sebelumnya berniat maju, namun tak mengembalikan berkas pendaftaran ke panitia.Dukungan ini disampaikan Tommy usai menghadiri kampanye caketum Golkar Zona III wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua di Nusa Dua, Bali.Tidak hanya Tommy, anak Soeharto lainnya, Siti Hediati atau Titiek Soeharto juga secara resmi memberikan dukungan kepada Ade Komarudin. Titiek sendiri menjadi bagian dari timses Ade Komarudin."Keluarga sudah memutuskan mendukung Akom (Ade Komarudin)," ujar Tommy didampingi Titiek Soeharto dan dihadiri oleh Ade Komarudin.Menurut Tommy, Ade Komarudin dipilih karena dinilai sebagai sosok yang berprestasi. Selain itu, pria yang biasa disapa Akom tersebut dinilai terbuka terhadap semua masukan yang ada."Ini karena Akom adalah pribadi tidak tercela dan selalu berhasil dalam setiap dinamika yang timbul. Sampai menjadi Ketua DPR. Itu adalah capaian tersendiri," ungkap Tommy.Tommy menjelaskan, dengan sikap terbuka yang dimiliki Akom, maka ke depannya akan lebih mudah memberikan masukan tentang Golkar ke depan. Di samping itu, keputusannya memilih Akom karena menilai Akom merupakan calon yang paling siap.
Advertisement
"Saya lebih mendukung calon yang telah mempersiapkan diri dengan baik serta yang memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan Golkar. Atas dasar itulah kami mendukung Akom sebagai Ketua Umum Golkar," lanjut Tommy.Tommy juga mengungkapkan alasan tidak jadi maju dalam bursa caketum Golkar. Tommy mengaku kurang persiapan karena waktu yang mepet. "Alasannya bukan mundur. Itu baru tahap awal. Tapi karena perkembangan waktu dan persiapan yang tidak cukup matang, penggalangan dan sosialisasi, dan juga lihat perkembangan politik, contohnya waktu munaslub yang berubah-ubah," kata Tommy.Dengan pertimbangan, Tommy lihat tak mungkin untuk menang dalam pertarungan caketum di Munaslub. Hal ini yang menjadikan dasar putra bungsu Soeharto ini mengalihkan dukungan dan memilih Akom."Ini saya melihat tidak memungkinkan sebagai balon ketum untuk sosialisasi ke daerah-daerah. Oleh sebab itu, lebih baik saya mendukung calon yang telah deklarasi. Tadi, rekonsiliasi dan konsolidasi partai jadi tujuan utama," kata Tommy.Dia berpesan kepada Akom soal GBHN dan Repelita era Soeharto dihidupkan kembali. Dengan demikian, Indonesia bisa lebih terukur program kerjanya."Reformasi sekarang tidak ada, meski ada di rencana kerja pemerintah. Inilah yang harus kita kembalikan, bagaimana agar kita bisa kembalikan program kerja yang terukur," kata dia.Soal Akom, Tommy yakin dengan kinerja ketua DPR itu. Oleh sebab itu, dia memilih Akom untuk jadi ketum Golkar. "Prestasi beliau yang cukup baik di partai. Tidak pernah gagal dalam politiknya. Terakhir sebagai ketua DPR," pungkasnya.Sementara itu, Ade Komarudin menyebut, dukungan ini merupakan kehormatan yang luar biasa.
Advertisement
"Ini adalah kehormatan yang luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih dari hati yang paling tulus kepada Mas Tommy dan Mbak Titiek," ujar Ade Komarudin.Ade Komarudin menyatakan, Partai Golkar merupakan legacy dari Presiden Soeharto. Untuk itu, menurutnya, Golkar harus kembali ke khitahnya."Partai Golkar harus kembali ke khitahnya. Saya yakin, partai ini akan kembali besar," tutur Akom.