Ketua Badan Kehormatan DPD AM Fatwa mengapresiasi dua calon ketua umum (caketum) Partai Golkar Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo atas keteguhan sikapnya dengan menolak atau tidak mau membayar iuran wajib Rp 1 miliar sebagai syarat maju sebagai caketum pada munaslub Golkar.
Menurut Fatwa, sikap kedua tokoh Golkar tersebut dinilai bukan hanya untuk kepentingan partai itu saja tetapi juga bagi partai politik lain yang tengah dilanda kemunduran etika dan moral.
"Karena itu merusak etika dan moral serta pembinaan kader dalam rangka membangun sistem kepartaian yang sehat," ungkap Fatwa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/5).
Fatwa mengatakan, cita-cita demokrasi yang sehat akan besar pengaruhnya terhadap kehidupan bernegara pemerintahan yang mutlak. Oleh karenanya, harus dimulai dari kehidupan partai yang sehat. Menurutnya, semua pejabat negara berikut pejabat pemerintahan hakikatnya bersumber dari kekuasaan partai.
"Kiranya sudah waktunya sumber utama keuangan partai berasal dari APBN, sehingga keuangan partai terbuka diketahui rakyat," pungkasnya.