Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku geram dengan kasus kaburnya terpidana rekening gendut polisi, Labora Sitorus. Apalagi, kasus Labora kabur bukan pertama kalinya terjadi. Meski akhirnya, Labora menyerahkan diri setelah bersembunyi di rumah kosong miliknya selama beberapa hari.Bamsoet mengatakan, kaburnya Labora tersebut bukti pengawasan yang dilakukan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly terhadap bawahannya amat lemah. Dia menilai, kaburnya Labora kesalahan penuh Yasonna."1.000 persen kesalahan Kementerian Hukum dan HAM," kata Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (7/3).Insiden kaburnya Labora ini, tegas Bamsoet, merupakan tamparan keras terhadap Menteri Yasonna. Sampai hari ini, kinerja Menkum HAM dianggap jauh dari menggembirakan.Menurut Bamsoet, Yasonna terlalu sibuk urus konflik Golkar dan PPP. Baru-baru ini, Yasonna mengeluarkan SK perpanjangan kepengurusan Golkar munas Riau dan PPP muktamar Bandung untuk mendamaikan dualisme kepengurusan."Ya ini kritik keras dan tamparan ke Menkum HAM, sampai hari ini kinerja Menkum HAM tak mengegmbirakan, mungkin terlalu sibuk mengurusi konflik parpol, PPP dan Golkar," sindir Bamsoet."Kami mendorong Menkum HAM mengambil tindakan tegas ke bawahannya, dan juga maraknya narkoba di lapas-lapas. Kami juga minta komitmen Menkum HAM melakukan evaluasi secara menyeluruh," tambahnya.Dalam waktu dekat, Komisi III DPR akan memanggil Menkum HAM Yasonna Laoly. Khususnya mengenai sering bobolnya napi-napi dari Lapas.
Bamsoet sindir Menkum HAM sibuk urus Golkar, Labora sampai kabur
Ketua Komisi III DPR sebut kaburnya Labora Sitorus 1000 persen kesalahan Kemenkum HAM.
Rekomendasi