Menjelang Munas sejumlah kader Partai Golkar menyatakan siap maju sebagai calon ketua umum. Salah satunya adalah Ketua Fraksi Golkar di DPR, Setya Novanto alias Setnov.Meski tersandung kasus dugaan permufakatan yang tengah diusut Kejaksaan Agung, Setnov tetap optimis maju dalam pemilihan ketua umum Golkar. Setnov menilai pemeriksaan di Kejaksaan Agung terkait kasus 'Papa Minta Saham' saat dirinya menjabat Ketua DPR itu tidak dilihatnya sebagai penghalang ke kursi ketua umum Golkar."Apa yang dilakukan Kejaksaan Agung saya beri apresiasi. Saya diminta keterangan dalam rangka penyelidikan. Sebagai warga yang baik saya hargai untuk klarifikasi apa yang saya lihat dan saya pahami," kata Setnov ketika menghadiri peringatan ulang tahun ke-48 Fraksi Golkar di ruang fraksi, DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/2).Setnov bersikukuh tidak terlibat dan tak bersalah secara hukum dalam kasus ini. Hal itu pula dia yakinkan kepada DPD I dan DPD II Golkar jika dia tidak terlibat dalam permintaan saham PT Freeport."Dan saya minta pihak DPD I dan II dapat memahami, saya tidak pernah melanggar hukum atau berkaitan dengan permintaan saham. Itu sudah diputuskan Kapolri bahwa itu sudah tidak ada lagi. Mudahan-mudahan Kejaksaan Agung bisa memberikan satu hal terbaik," kata dia.Selain menolak disebut terlibat dalam kasus 'Papa Minta Saham', Setnov juga meminta maaf terkait perombakan di tubuh Fraksi Golkar yang dia lakukan di DPR. Pergantian ini menyusul mundurnya Setnov dari Ketua DPR usai terbelit kasus catut nama Presiden Jokowi di kontrak Freeport dan posisinya digantikan Ade Komarudin.
Advertisement
Berbekal Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya Nomor KEP-68/DPP/GOLKAR XII/2015 tanggal 23 Desember 2015 tentang Penggantian Pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR RI yang telah ditetapkan oleh DPP Partai Golkar, Setnov merombak susuan fraksi di DPR.Setnov menunjuk Azis Syamsuddin sebagai sekretaris fraksi Golkar gantikan Bambang Soesatyo. Bendahara Fraksi Golkar tetap dijabat oleh Robert Joppy Kardinal, sementara ketua badan anggaran (banggar) diisi oleh Kahar Muzakir yang menggantikan Ahmadi Noor Supit.Orang-orang yang ditunjuk Novanto memang merupakan loyalisnya di DPR. Sementara yang diganti, adalah kubu Ade Komaruddin. Pergantian ini semakin menguatkan perseteruan antara kubu Novanto dan Ade.Namun Setnov berdalih perombakan bertujuan untuk kepentingan partai sendiri. Permintaan maafnya tersebut disampaikan usai menyatakan siap maju sebagai ketua umum Golkar pada Munaslub nanti."Jangan sampai ada pemindahan yang kurang menyenangkan karena dasarnya adalah bagaimana jalanya baik. Saya minta maaf. Jika belum ada yang tidak tepat kita akan benahi," kata Setnov.Selain meminta maaf, Setnov juga berharap tak ada lagi kubu-kubuan dalam internal Golkar ke depan. Konflik yang terjadi selama ini, kata dia membuat semua kelelahan."Kita sadar di HUT ini punya makna sebagai besar. Satu setengah tahun ada konflik internal dimana kita menyadari ada dua kubu yang berseteru, melelahkan dan sangat mempengaruhi fraksi," jelas dia."Dengan adanya keputusan Agung dan Ical (munas) kita tahu Golkar sudah semakin solid dan harmonis kembali. Saya dipercayakan oleh partai jadi ketua fraksi kita tidak boleh lagi ada kubu. Kita adalah keluarga besar fraksi Golkar," tandas dia.