Partai Demokrat merasa curiga dengan audit investigasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap Petral. Sebab audit itu dilakukan bukan oleh BPK atau lembaga auditor terkenal lainnya.Ketua Bidang Komunikasi Publik, DPP Partai Demokrat, Imelda Sari mempertanyakan penggunaan auditor asing Kordamentha untuk melakukan investigasi Petral. Apalagi audit tersebut, menurut dia, memakan biaya hingga USD 1 juta."Kenapa harus pakai Kordamentha, tidak pakai big five auditor seperti PWC atau lainya, bahkan saya melihat adanya ketidakpercayaan Pertamina dan Sudirman Said kepada BPK," ujar Imelda dalam pesan singkat, Jumat (13/11).Di sisi lain, Mantan Staf Khusus Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut menantang Pertamina atau Kementerian ESDM untuk membuka hasil audit kepada publik. Apalagi audit yang dilakukan hanya periode 2012 sampai 2014 saja."Buka saja biar tidak simpang siur, termasuk bagaimana proses penunjukan auditornya, kenapa waktu auditnya dibatasi, itu semua harus dijelaskan," ujar dia.
Demokrat minta hasil audit Petral dibuka, curiga ada permainan
"Kenapa waktu auditnya dibatasi, itu semua harus dijelaskan," ujar dia.
Advertisement
Rekomendasi