Putra Mega rilis lagu 'Bung Karno Bapak Bangsa' di Haul ke-45 BK

Lagu ini pun mendapat pujian dari kalangan politisi banteng moncong putih. Seperti apa lagunya?

Laurencius Simanjuntak
Oleh Laurencius Simanjuntak - Reporter
Putra Mega rilis lagu 'Bung Karno Bapak Bangsa' di Haul ke-45 BK
Puan dan Prananda. ©2015 Merdeka.com

Setelah merilis lagu 'Pengkhianat' beberapa waktu lalu, putra kedua Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo, kembali meluncurkan lagu baru yang diberi judul 'Bung Karno Bapak Bangsa'. Lagu ini diunggah di Youtube tepat di peringatan Haul ke-45 Bung Karno, Minggu 21 Juni kemarin.Lagu ini juga dibawakan oleh Rodinda, grup band yang digawangi anak Megawati dari almarhum Lettu (Pnb) Surindro Supjarso. Di band itu, Prananda, yang juga ketua DPP PDI Perjuangan bidang Ekonomi Kreatif, adalah sebagai pembetot bas.Pantauan merdeka.com, Senin (22/6), lagu berdurasi 5 menit 6 detik itu dimainkan secara akustik dengan petikan gitar dan vokal yang dominan. Sementara video klipnya diisi oleh rangkaian foto-foto Bung Karno yang muncul sepanjang lagu.Lagu ini pun mendapat pujian dari kalangan politisi banteng moncong putih. Salah satunya Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto."Melalui lagu 'Bung Karno Bapak Bangsa' tersebut, saya sungguh tergetar oleh penjiwaan yang hidup atas Bung Karno yang dikenal sebagai pemimpin bangsa-bangsa Asia Afrika tersebut," kata Hasto saat dihubungi, Senin (22/6).Hasto mengatakan ‎lagu tersebut adalah suara begitu banyak rakyat Indonesia terhadap pemimpin yang begitu dicintainya. Lebih dari itu, menurutnya, lagu-lagu karya Prananda menarik dicermati, terutama dari warna ideologis yang begitu kuat. "Lagu Aku Melihat Indonesia dan Dedication of Life benar-benar menggambarkan mata hati Mas Prananda atas dedikasi hidup Bung Karno untuk bangsa dan negara," ujarnya."Lagu tersebut membuktikan kebenaran dalam politik, bahwa ketika seseorang berjuang tanpa pamrih untuk bangsa dan negaranya, maka ia akan selalu hidup. Demikian halnya dengan Bung Karno yang tidak bisa dimatikan dengan berbagai proyek desukarnoisasi sekalipun," papar Hasto.‎Hasto mengakui dirinya sangat menikmati kedua lagu tersebut. Saking sukanya, bahkan dia memasang foto cover album tersebut di BlackBerry Messenger miliknya."Aku melihat Indonesia dan Dedication of Life bisa menjadi sarana kontemplasi bahwa politik itu harus di dasarkan dedikasi hidup. Politik adalah bangunan kebudayaan yang bisa rasakan melalui karya cipta sebuah lagu," paparnya.

Rekomendasi