Pidato Jokowi di KAA Bandung, singgung kehebatan Soekarno dan Nehru

Dalam pidatonya, Jokowi akui Indonesia juga belum lepas dari kemiskinan.

Marcheilla Ariesta Putri Hanggoro
Pidato Jokowi di KAA Bandung, singgung kehebatan Soekarno dan Nehru
Jokowi di KTT Asia Afrik. ©2015 Merdeka.com

Acara puncak Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 digelar di Bandung, Jawa Barat. Acara ini dihadiri seluruh pemimpin negara Asia Afrika. Sebelum acara dimulai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para pemimpin Asia Afrika melakukan historical walk menuju gedung merdeka, Bandung. Di barisan depan, Presiden Joko Widodo diapit Presiden China Xi Jinping dan PM Malaysia Najib Razak.Usai historical walk, Jokowi memberikan pidato mengingatkan bagaimana sejarah KAA dahulu digelar pada tahun 1955 yang diinisiasi langsung oleh Presiden pertama Soekarno. Dalam pidatonya, Jokowi memberikan penghargaan kepada para pemimpin negara Asia Afrika terdahulu.Berikut pidato lengkap Jokowi di hari terakhir perhelatan KAA yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, Jumat (24/4):Dahulu dalam ruangan ini hadir para pendahulu kita yang menginspirasi dunia. Di ruangan ini, semangat sang inisiator, pemimpin besar, Soekarno, Bung Karno, masih bergema. Gelora perjuangan, pemimpin perjuangan , Nehru, terasa masih menyala.Di ruangan ini, semangat solidaritas pemimpin besar Muhammad Ali terasa belumlah padam. Di ruangan ini, cita-cita suci, pemimpin besar John Kotelawala untuk memakmurkan rakyat. Kesabaran revolusioner pemimpin besar terasa masih menyentuh dinding hati kita.India adalah cita-cita, Sri Lanka, Myanmar, Indonesia juga cita-cita. Cia-cita tentang sebuah kehidupan. Cita-cita yang menginspirasi kelahiran semangat Bandung. Dari kota ini, mereka memperjuangkan kesejahteraaan dan keadilan Asia Afrika. Begitulah sikap luhur para pemimpin besar kita. Cita-cita mereka lebih besar dari zamannya.60 tahun lalu, tiga negara Afrika ikut, Sudan hadir hanya dengan kain putih. Dia belum merdeka, tidak punya bendera. Dunia telah berubah, 91 negara, semangat beda, tantangan beda. Semangat untuk membangun, cita-cita harus diraih dengan kerja sama. Kerja sama secara sejajar dari negara sahabat lain.Indonesia pimpin 200 juta penduduk, Indonesia belum terbebas dari kemiskinin, tertinggal dari negara lain di seluruh dunia. permasalahan ini juga masih dihadapi Asia Afrika. Peringatan 60 tahun ini, mari kita gelorakan, lanjutkan perjuangan 60 tahun lalu.Tingkatkan saling percaya, kekerasan harus dihentikan. Kemerdekaan Palestina harus diperjuangkan. Bahu-membahu tingkatkan kesejahteraan rakyat, ekonomi dan perdagangan. Bahu-membahu agar negara sejajar. Semangat KAA akan dilanjutkan di negara kita. Terima kasih atas partisipasi aktif para negara Asia dan Afrika.

Rekomendasi