Maruarar Sirait prediksi pengganti Megawati baru muncul 2020

Untuk periode ini, Megawati akan kembali ditunjuk jadi ketum.

Nurul Tirsa Sari
Oleh Nurul Tirsa Sari - Reporter
Maruarar Sirait prediksi pengganti Megawati baru muncul 2020
Maruarar Sirait kunjungi kediaman Megawati. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Karisma Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP tampaknya belum akan tergantikan. Hal itu ditegaskan Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait."Menyangkut ketum, dalam rakernas (Semarang) semua setuju dan dukung Mbak Mega," kata Maruarar di sela kegiatan donor darah di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (29/3).Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa nama Mega masih cukup mencuat jelang kongres April bulan depan. Salah satunya keberhasilan Mega membawa PDIP menang di Pemilihan Legislatif dan Pilpres."Beliau juga masih sehat, perekat pemersatu PDIP. Kita prihatin ada perpecahan parpol, kita diuji untuk solid kan partai kita," jelasnya.Dia menampik keterpilihan Mega untuk lima tahun ke depan karena tak ada kader lain yang mumpuni mimpin Golkar. Justru sebenarnya, kata dia, proses kaderisasi itu sedang dijaring agar pada saatnya Mega tergantikan, sosok yang dipilih benar-benar mumpuni memimpin partai."Kalau bicara regenerasi, PDIP mampu lakukan kaderisasi dan regenerasi dengan mantap. Di pemerintah ada Jokowi, ada Ganjar, ada Pak Teras Narang. Di legislatif, ada Rieke, Budiman, dan lain-lain yang muda dari proses rekrutmen dan bisa jadi legislator handal. Tidak mungkin terjadi tanpa dukungan Bu Mega. Khusus untuk ketum kita sepakat untuk jaga dan masih butuh Mbak Mega," beber pria yang akrab disapa Ara ini."2020 baru mungkin ada peluang perubahan regenerasi," tambahnya.Dia kembali menegaskan, Mega sangat membawa pengaruh positif untuk PDIP saat ini. Karena itulah, sambil menunggu calon-calon baru, Mega masih yang tetap memimpin PDIP 5 tahun ke depan."Kaderisasi untuk legislatif dan struktur partai berjalan dengan baik. Itu contoh nama yang jelas. Kita dorong program partai. Kalau kita lihat dengan data dan bukti dengan Bu Mega bisa menang pileg dan pilpres, jadi pengaruhnya positif, kita tentunya harus evaluasi dengan ukuran berkualitas dan terukur," pungkasnya.

Rekomendasi