Politikus PDIP Aria Bima mengaku tidak setuju dengan sistem paket dalam pemilihan pimpinan komisi DPR. Menurut dia, untuk mengoptimalkan kinerja DPR, pimpinan komisi baiknya dibagi secara proporsional.Aria mengatakan, permintaan ini akan dibahas dalam rapat pimpinan DPR dan fraksi hari ini. Dia memang mengakui jika digunakan sistem paket maka yang bakal menguasai pimpinan komisi adalah Koalisi Merah Putih."Ya ini mau kita bicarakan dalam rapat pimpinan. Apa mau sapu bersih, sapu setengah bersih atau tidak usah sapu bersih dengan proporsional," kata Aria di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/10).Aria menyatakan tidak masalah jika memang nanti pimpinan komisi disapu bersih oleh kubu Prabowo. Sebab menurut dia, tidak mungkin jika kubu Jokowi membentuk oposisi di parlemen."Sapunya pakai apa, pakai sapu Pak Prabowo atau sapunya Pak Anis Matta atau sapunya Pak Ical nanti kita bicarakan. Tapi intinya kita mengajukan proporsional itu sangat efektif, tapi kalau terpaksa kita tidak ada pimpinan masak mau bikin oposisi di dalam DPR," tegas dia.Dia merasa yakin jika DPR disapu bersih oleh kubu Prabowo maka akan menghambat kinerja DPR. Aria mengaku sudah melakukan komunikasi dengan kubu Prabowo terkait persoalan ini."Komunikasi kita lakukan terus bagaimana mencari komposisi, bagaimana langkah penyelesaian supaya kinerja dewan baik. Kalau sapu bersih nanti 6 bulan enggak kerja seperti koalisi kebangsaan," pungkasnya.
Pimpinan komisi dikuasai KMP, PDIP yakin kinerja DPR terhambat
PDIP masih melobi pimpinan DPR agar pemilihan pimpinan komisi tidak menggunakan sistem paket.
Advertisement
Rekomendasi