Bila diduetkan dengan artis Arzeti, Risma diprediksi bakal kalah

"Memunculkan nama Arzeti untuk mendampingi Risma, saya pikir PKB hanya tes suara saja," kata Agus.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Bila diduetkan dengan artis Arzeti, Risma diprediksi bakal kalah
Tri Rismaharini di KPK. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Menatap Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya, Jawa Timur 2015, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewacanakan akan menduetkan artis Arzeti Bilbina Huzaimi Setiawan dengan calon incumbent, Tri Rismaharini. Namun, ada yang memprediksi wacana PKB ini akan kandas.Sebab, meski seorang artis dan model senior yang namanya cukup tenar di Ibu Kota itu kurang populer di Surabaya. Hal ini dibuktikan saat maju sebagai caleg di Pileg 2014 lalu, dia gagal melenggang ke Senayan. Saat itu, Arzeti bertarung di Dapil 1 Jawa Timur, yaitu Surabaya-Sidoarjo.Arzeti kalah populer dengan nama Syaikhul Islam, putra Pengasuh Ponpes Bumi Solawat, KH Agoes Ali Mahuri dan Imam Nahrawi. Syaikhul dan Nahrawi sukses melenggang ke Senayan, sedang Arzeti terpaksa gigit jari karena hanya mengemas 50.386 suara saja.Sementara PKB, yang gagal membawa nama artis kelahiran 1974 silam itu ke Senayan, berupaya terus mempopulerkan nama Arzeti di Jawa Timur. Melalui DPC PKB Surabaya, partai berlambang bumi dikelilingi sembilan bintang ini, menyodorkan nama Arzeti untuk berduet dengan Tri Rismaharini di Pilwalkot Surabaya 2015.Menurut pengamat politik dari Lembaga Konsultan Politik dan SDM Bangun Indonesia, Agus Mahfudz Fauzi, jika Risma dipasangkan dengan Arzeti, dimungkinkan nama incumbent bakal jeblok.Meski sudah menjadi ikon pemimpin sukses di Kota Pahlawan dan dicintai masyarakat, termasuk kiprahnya menutup Gang Dolly dan Jarak, yang belum sekalipun berhasil dilakukan wali kota-wali kota sebelumnya, jika bersanding dengan Arzeti, kepopuleran nama Risma akan turun."Memunculkan nama Arzeti untuk mendampingi Risma, saya pikir PKB hanya tes suara saja ke publik. Namun, jika itu terjadi, duet Risma-Arzeti akan memunculkan resistensi di sisi gender," kata Agus kepada wartawan di Surabaya, Selasa (16/9).Diakui mantan Komisioner KPU Jawa Timur ini, dari sisi kepartaian, PKB cukup bagus, bahkan menjadi partai pemenang di Jawa Timur saat Pileg 2014 lalu."Pun begitu dengan Risma, hingga saat ini elektabilitasnya cukup tinggi. Ketokohan Risma sebagai pejabat publik, belum bisa ditandingi oleh tokoh manapun di Surabaya. Namun, jika berpasangan dengan Arzeti, akan muncul kontra-produktif di masyarakat," ujarnya.Kata Agus, meski jumlah pemilih di Surabaya ini didominasi kaum perempuan, tidak semuanya menginginkan kedua tokoh perempuan berpasangan memimpin Kota Pahlawan."Jadi PKB harus memunculkan figur laki-laki. Tapi kalau ingin mengusung calon sendiri tidak ada masalah membawa Arzeti yang notabene perempuan. Risma dan Arzeti akan head to head di Pilwali 2015 nanti," ucapnya.Perlu diingat PKB, masih kata Agus menganalisis, kefiguran Arzeti belum cukup memenuhi elektabilitasnya di Surabaya. Meski memiliki modal populer sebagai artis ibu kota, tidak ada jaminan nama Arzeti bisa mendongkrak suaranya di Pilwalkot Surabaya."Buktinya, ketika Pileg 9 Juli lalu, suara Arzeti masih kalah dengan Imam Nahrowi yang sama-sama maju di Dapil Surabaya-Sidoarjo. Namun, dia tetap punya nilai positif bagi PKB. Jadi menurut saya wacana PKB ini hanya sebagai tes saja," ujarnya.Sebelumnya, KH Miftakhul Achyar juga menyayangkan wacana PKB ini di Pilwalkot Surabaya. Pengasuh Ponpes Miftahus Sunnah Surabaya ini, mengkritik keputusan PKB yang menduetkan Risma dengan Arzeti.‪Kata Kiai Miftah, wacana itu sangat mengecewakan kiai-kiai sepuh di Jawa Timur. "Ini mengindikasikan, minimnya kader PKB di Surabaya maupun di Jawa Timur. Apalagi sosok Arzeti, kader partai yang belum 'berkeringat' untuk PKB," kata Kiai Miftah.‪Pertimbangan lain, masih kata dia, perolehan suara Arzet di Pileg 2014 lalu, juga tidak mampu membawa namanya duduk di kursi DPR. "Lha wong Pileg lalu saja, tidak berhasil masuk Senayan, kok sekarang didorong maju Pilwali," ujarnya.

Rekomendasi