Trikarya: Pencopotan Agung Laksono bentuk penzaliman Golkar

Trikarya DPP Golkar mendesak Ical memberi pertanggungjawaban pemecatan kader-kader terbaik Golkar.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Trikarya: Pencopotan Agung Laksono bentuk penzaliman Golkar
Agung. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono dan Ketua DPP Partai Golkar Yorrys Raweyai dicopot dari jabatannya oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.Organisasi Trikarya yang terdiri dari Kosgoro 1957,SOKSI dan MKGR, serta organisasi Kepemudaan Partai Golkar yang terdiri dari AMPI, AMPG, BM Kosgoro 1957, menyampaikan protes keras terhadap pemecatan tersebut."Kami Organisasi Trikarya (Kosgoro 1957, SOKSI dan MKGR) dan organisasi Kepemudaan Partai Golkar (AMPI, AMPG, BM Kosgoro 1957), menyampaikan penyataan sikap politik," kata Wakil Ketua Umum BMK 1957/DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga di Jakarta, Minggu (10/8).Penyataan sikap tersebut dipaparkan dalam beberapa poin. Poin pertama, lanjut Lamhot, adalah menolak pemecatan tersebut lantaran proses pemecatan dinilai tidak prosedural, yakni tidak melalui mekanisme yang diatur di dalam peraturan organisasi Partai GOLKAR serta AD/ART Partai Golkar."Hal ini merupakan bentuk penzaliman DPP Partai Golkar terhadap kader-kader partai khususnya Bapak Agung Laksono, Yorrys Raweyai dan lain-lain," kata Lamhot.Lamhot melanjutkan, keputusan pemecatan tersebut dinilai menambah daftar panjang kesalahan-kesalahan segelintir pengurus DPP Partai Golkar yang hanya mementingkan ego dan kepentingan masing-masing dengan sistem pengelolaan partai seperti halnya perusahaan."Oleh karena itu generasi muda Trikarya DPP Partai Golkar mendesak Ketua Umum Partai Golkar bapak Aburizal Bakrie untuk memberi pertanggungjawaban pemecatan kader-kader terbaik Golkar dalam rapat pleno DPP Partai Golkar, untuk mencabut keputusan pemecatan kader-kader Partai Golkar," tegas Lamhot.Selain itu, Lamhot mengatakan, pihaknya mendesak Ketum Partai Golkar agar tidak menggunakan cara-cara otoritarian dan mengeluarkan keputusan sepihak dalam menyikapi dinamika perbedaan pandangan politik antar sesama kader partai Golkar."Mengajak seluruh kader muda Partai Golkar seluruh Indonesia untuk berpikir secara jernih dan mendukung penolakan pemecatan Agung Laksono dan kawan-kawan," tutup Lamhot.

Rekomendasi