Di Sidang RAPBN 2027, Prabowo Ungkap Langkah Awal Proyek Giant Sea Wall

Prabowo menegaskan akan memulai pembangunan Giant Sea Wall di Pantura saat masa pemerintahannya. Ia memaparkan target waktu, sebaran segmen, dan fungsinya.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Di Sidang RAPBN 2027, Prabowo Ungkap Langkah Awal Proyek Giant Sea Wall
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (AP/ Dita Alangkara)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bertekad memulai pembangunan Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di Pantai Utara (Pantura) Jawa pada masa pemerintahannya. Proyek ini ditargetkan menjadi sabuk perlindungan bagi puluhan juta penduduk sekaligus menjaga kawasan industri dari ancaman kenaikan permukaan laut.

Komitmen tersebut disampaikan saat pidato penyampaian Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan di DPR RI, Jumat (14/8/2026). Prabowo menekankan proyek ini bersifat lintas generasi dan memerlukan waktu panjang untuk rampung.

"Proyek Giant Sea Wall ini akan butuh 15 hingga 20 tahun untuk kita selesaikan pembangunan Giant Sea Wall ini. Ini waktu yang lama, saya tidak tahu Presiden keberapa yang akan meresmikan. Tapi saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini," kata Prabowo dalam pidato penyampaian Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2027 beserta Nota Keuangan di DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Selain fungsi perlindungan pesisir, ia menginginkan Giant Sea Wall dikembangkan sebagai infrastruktur air bersih dan koridor pertumbuhan ekonomi baru.

Prabowo Targetkan 15–20 Tahun, Minta Dimulai Sekarang

Prabowo menyebut pembangunan tanggul laut akan dibagi dalam 15 segmen yang membentang dari Banten hingga Jawa Timur, termasuk kawasan Gresik.

Menurutnya, jika pengerjaan dilakukan secara serentak di berbagai segmen, waktu penyelesaian berpotensi lebih cepat dari 20 tahun.

"Apapun, kita harus berani mulai. Ini menyangkut hajat hidup puluhan juta rakyat kita yang hidup di Pantura," ujarnya.

Perlindungan Pantura dan Kawasan Industri

Prabowo menegaskan Giant Sea Wall dibutuhkan untuk melindungi kawasan Pantura yang dihadapkan pada ancaman kenaikan permukaan laut. Pemerintah memperkirakan puluhan ribu hektare lahan di wilayah tersebut mulai terdampak penurunan muka tanah dan intrusi air laut.

Ia juga menilai proyek ini penting bagi kelangsungan industri nasional mengingat banyak kawasan industri berada di sepanjang Pantai Utara Jawa, dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.

"Dan kita harus ingat berapa persen industri kita ada di kawasan-kawasan di pantai utara, mulai Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Jadi masa depan industri kita juga dipertaruhkan," kata Prabowo.

Fungsi Tambahan: Air Bersih dan Koridor Ekonomi

Selain sebagai pelindung pesisir, Prabowo mengarahkan agar Giant Sea Wall menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih, jalur pertumbuhan baru, serta wahana proyek rekayasa untuk membangun kemampuan anak bangsa.

"Selain itu, Giant Sea Wall kita di Pantai Utara Jawa harus menjadi infrastruktur air bersih, harus menjadi jalur pertumbuhan baru dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa," ujarnya.

Ia menyebut pemerintah akan memanfaatkan hasil pengembangan teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pelaksanaan proyek tersebut.

"Kita harus belajar dari negara lain, negara Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana," kata Prabowo.

Pemerintah menempatkan Giant Sea Wall sebagai proyek strategis lintas generasi yang harus mulai dikerjakan sekarang dan tidak boleh berhenti pada tataran rencana.

"Apapun, kita harus berani mulai," tegasnya.

Rekomendasi