Pasca merapatnya Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang ke kubu Jokowi - JK , menurut pengamat sosial dan politik Taufik Tumbelaka, harusnya Jokowi unggul dalam perolehan suara Pilpres 9 Juli mendatang. Kemenangan Sarundajang dalam Pemilihan Gubernur beberapa waktu lalu menjadi tolok ukur kepiawaian Gubernur yang akrab dengan sebutan SHS ini dalam mendulang suara."Fakta saat ini, suka tidak suka, yang paling berpengaruh sekarang adalah Gubernur Sulawesi Utara. Dan beliau tidak di Pak Prabowo tapi di Pak Jokowi ," jelas pengamat politik jebolan Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini kepada merdeka.com, Kamis (3/7).Meski biasanya pilihan politik Sarundajang selalu menang, nama besar dan kredibilitas salah satu anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini disebutkan Tumbelaka, dipertaruhkan dalam Pilpres nanti. Pamor Sarundajang bakal jatuh jika Jokowi - JK gagal meraih kemenangan di ‘Tanah nyiur melambai’."Logika politiknya harusnya menang dong. Jika kalah, Pak Sarundajang yang notabene pemenang pada Pilgub lalu (pamornya) habis. Apalagi kalah. Kalau menang tipis pun jatuh," ucapnya.Secara hitung-hitungan, kekuatan kedua pasang Capres dan Cawapres awalnya berimbang. Dukungan politik masing-masing Bupati dan Walikota dari 15 Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara nampak sama kuat. Kabupaten Minahasa, Minahasa Utara, sebagian Nusa Utara khususnya Kabupaten Sangihe lebih condong ke pasangan Jokowi-JK. "Namun, selain Kota Manado yang mendukung Pak Prabowo , otomatis ada Kota Tomohon dan Minahasa Selatan di bawah pimpinan Ibu Tetty Paruntu. Kemudian untuk Bolaang Mongondow Raya, kebanyakan Kepala Daerahnya berasal dari Partai – Partai yang mendukung Pak Prabowo . Jadi seimbang," ungkap Tumbelaka.
Didukung Sarundajang, Jokowi-JK diprediksi bisa kuasai Sulut
Pamor Sarundajang bakal jatuh jika Jokowi-JK gagal meraih kemenangan.
Rekomendasi