Mantan Sekjen PDIP Pramono Anung enggan menanggapi berlebihan soal puisi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dengan judul pasukan nasi bungkus. Puisi itu menyindir tim sukses Jokowi yang bekerja melalui media sosial Twitter dan Facebook.Namun, Pramono mengaku senang jika Fadli tak hanya membuat soal nasi bungkus saja, melainkan nasi liwet atau nasi pecel. Menurut dia, berpolitik lewat puisi dapat memperkaya dan menambah ruang komunikasi politik."Saya senang kalau Pak Fadli Zon menambah puisinya bukan hanya nasi bungkus, mungkin bisa nasi liwet, nasi pecel atau soto enggak papa. Itu memperkaya, nggak perlu disikapi dengan hal yang berlebihan," kata Pramono di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (23/4).Menurut dia, saat ini Jokowi lebih konsen kepada penguatan relawan jelang pilpres yang akan digelar 9 Juli nanti. Dia menilai, setiap capres punya strategi masing-masing untuk bisa menang dalam pilpres."Bahwa apakah Jokowi konsen untuk penguatan relawan dapatkan dukungan dari kelompok-kelompok kampus, ya semua orang punya jalannya sendiri-sendiri," imbuhnya.Terkait puisi ini, Pramono berharap hingga pilpres nanti Fadli sudah bisa membuat seribu puisi. Dari nasi bungkus, kata dia sampai nasi pecel."Saya berharap mungkin sampai dengan 9 Juli sudah terkumpul 1000 puisi dari Pak Fadli Zon, dari nasi bungkus sampai nasi pecel dan sebagainya," pungkasnya.Berikut puisi nasi bungkus milik Fadli Zon:
Pasukan Nasi BungkusKami pasukan nasi bungkus
Laskar cyber pejuang di belakang komputer
Senjata kami facebook dan twitter
Menyerang lawan tak pernah gentar
Patuh setia pada yang bayarKami pasukan nasi bungkus
Hidup dari cacian dan fitnah harian
Tetap gagah bertopeng relawan
Tak kenal menyerah selalu melawan
Identitas diri jarang ketahuanKami pasukan nasi bungkus
Punya sejuta akun siluman
Bagai pedang terhunus
Siap menghujam setiap orangKami pasukan nasi bungkus
Tak takut dosa apalagi neraka
Kami bisa tertawa di balik luka
Demi sebungkus nasi dan kiriman pulsaFadli Zon, 20 April 2014