PNA minta kader dan rakyat Aceh hindari provokasi

Kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini dinilai sebagai upaya memecah belah rakyat Aceh.

Afif
Oleh Afif - Reporter
PNA minta kader dan rakyat Aceh hindari provokasi
Kampanye PNA. ©2014 Merdeka.com/Afif

Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Nasional Aceh (PNA), Muharram dalam orasinya pada kampanye terbuka di pelataran parkir Stadion H Dimurthala, Banda Aceh meminta kepada seluruh rakyat Aceh agar tidak terprovokasi dengan rangkaian kekerasan di Aceh menjelang pemilu.Selain itu, ia juga meminta kepada seluruh kader PNA di seluruh Aceh agar menahan diri. Tidak boleh ada balas dendam, bagi PNA keamanan dan perdamaian jauh lebih penting ketimbang pemilu itu sendiri."Kader PNA dan juga mantan kombatan yang berada di manapun baik yang ada di PNA maupun di partai dan tempat lainnya, agar tidak terprovokasi dengan kejadian kekerasan saat ini," kata Muharram dalam orasinya, Jumat (4/4).Dia mensinyalir ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memecah belah rakyat Aceh saat ini yang sudah merasakan nikmat perdamaian. "Ada pihak-pihak yang mencoba untuk menciptakan Prang Cumbok di Aceh kembali, makanya tidak perlu terprovokasi," ujarnya.Prang Cumbok merupakan sebuah peperangan dulunya terjadi di Aceh karena terjadi selisih paham sesama saudara sendiri. Artinya Prang Cumbok itu adalah perang saudara yang pernah terjadi di Aceh.Kendati demikian, Muharram meminta seluruh kader PNA, satgas PNA agar tetap siap siaga bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun ia tetap mengingatkan agar saat ini bertahan tidak perlu ada balas dendam."Kader PNA harus tetap bertahan dan siaga saat ini. Kekerasan yang terjadi saat ini, biarkan pihak kepolisian yang mengusutnya," ulasnya.Lanjutnya, lahirnya PNA untuk menegakkan kebenaran dan melawan kezaliman. Oleh karena itu siapapun nantinya membuat program yang tidak pro rakyat, maka PNA nantinya akan berbicara lantang untuk menantang program tersebut.Saat berkampanye, tampak barikade satgas PNA yang berjaga-jaga di depan panggung utama. Tak hanya itu, sang orator juga mengenakan seragam loreng-loreng bak seorang tentara di medan perang.

Rekomendasi