Kapolri takut parpol yang kalah pemilu bikin rusuh

Jenderal Sutarman dan Jenderal TNI Moeldoko berangkat ke Surabaya untuk mengecek kesiapan pengamanan Pemilu.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Kapolri takut parpol yang kalah pemilu bikin rusuh
Demo BBM. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Sebelum menuju ke lokasi Haul Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) yang ke 4 di Jombang, Kapolri Jenderal Sutarman dan Kapolri Jenderal TNI Moeldoko menyempatkan diri mampir ke Mapolda Jawa Timur di Jalan A Yani Surabaya, Jumat (3/1).Kedatangan dua jenderal itu, dalam rangka koordinasi kesiapan pengamanan pemilihan legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) di provinsi timur Pulau Jawa ini.Sutarman mengatakan, pada intinya Polri dan TNI siap untuk melakukan pengamanan Pileg pada 9 April mendatang maupun Pilpres.Menurutnya, aparat keamanan telah siap melakukan pengamanan, dan tahapan pengamanan itu sudah mulai berjalan, mulai dari kerawanan hingga pendaftaran pemilih tetap (DPT)."Ini juga perlu diantisipasi. Yaitu adanya kelompok-kelompok partai tertentu, yang tidak puas pada hasil Pemilu nanti. Mengingat, sekitar 189 juta pemilih termasuk di antaranya melakukan kampanye sampai persiapan logistik," katanya di Mapolda Jawa Timur.Dijelaskan Sutarman, untuk merumuskan masalah yang ada kaitannya dengan tahapan pengamanan tersebut, sudah siap dicover. "Dan bukan hanya Polri serta TNI saja yang terlibat pengamanan, tapi termasuk Linmas. Mudah mudahan semua bisa berjalan lancar dan aman," harap dia.Sementara itu, Jenderal TNI Moeldoko menambahkan, tentunya aparat keamanan tetap berada di tengah-tengah masyarakat."Kesiapan anggota TNI di Jawa Timur untuk membangun kesamaan visi dan misi. Dan intinya, Prajurit TNI siap membantu Polri dalam hal pengamanan Pemilu, baik Pileg maupun Pilpres 2014 nanti," tegas dia.

Rekomendasi