Menangkan pemilu, PKB pilih barokah kiai daripada dukun politik

Mestinya, sebagai caleg atau calon pemimpin, tetap harus percaya diri.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Menangkan pemilu, PKB pilih barokah kiai daripada dukun politik
Roma Irama dan PKB. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Malik Haramain memaklumi jika caleg-caleg yang bakal berkompetisi pada pemilu 2014 tidak sedikit yang kurang percaya diri. Menurut dia, caleg-caleg yang menggunakan jasa dukun politik adalah bentuk kepanikan dan hal itu merupakan tindakan menyesatkan."Itu akibat kepanikan politik akhirnya cara-cara tidak masuk akal alias menyesatkan dilakukan juga," ujar Malik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/9).Mestinya, sebagai caleg atau calon pemimpin, kata Malik, tetap harus percaya diri dan terus berikhtiar mendekati pemilih atau konstituennya.Anggota Komisi II DPR ini menampik jika kader internal partainya ada yang menggunakan jasa dukun politik untuk meraup suara pada 2014 mendatang. Menurut dia, PKB lebih percaya pada ikhtiar kerja keras dan meminta doa berkah dari kiai atau ulama."Dukun sama kiai beda. Kalau PKB pakai kiai atau ulama," tandasnya.Dukun politik yang menjanjikan kemenangan adalah Desembrian Rosyady. Ia menawarkan jasa bagi para caleg dan calon kepala daerah hingga calon presiden. "Insya Allah pasti jadi asal sebelum 10 hari-6 bulan pemilihan," katanya.Dia mengaku berpraktik di Jl Kenanga No 8, Bambu Apus, Jakarta Timur. "Silakan datang ke tempat saya, atau kirim nama, nama orang tua, daerah pemilihan, partai apa, nomor urut, alamat rumah, dan tanggal lahir," jelasnya.Desembrian pun menyatakan, akan memberi jawaban terhadap para kliennya dalam waktu tujuh hari. "Insya Allah akan ada jawaban, apakah orang itu akan terpilih atau tidak," ujarnya."Kalau misalnya jawabannya orang itu sulit terpilih, ada tahapan selanjutnya kalau dia minta dibantu, termasuk tarif yang harus dibayarkan," ujar pria 51 tahun.Ketika ditanya ritual apa yang harus dilakukan, Desembrian enggan mengungkapkan. "Itu rahasia dapur," tandasnya.

Rekomendasi