Sudah satu bulan lebih sejak sejumlah LSM melaporkan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso ke BK DPR yang diduga jadi fasilitator narapidana koruptor untuk mendapat remisi, hingga kini belum juga rampung. Janji BK untuk memfasilitasi pertemuan antara Priyo dengan LSM tersebut, hanya isapan jempol."Itu sebelum tanggal 15 katanya dipanggil. Sudah diputuskan dalam rapat, cuma waktunya belum dipastikan. Mungkin sebelum tanggal 15 besok dipanggilnya," kata Wakil Ketua BK, Abdul Wahab Dalimunthe di Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (2/9).Selain kasus Priyo, skandal video porno yang diduga diperankan anggota Komisi IX DPR politikus PDIP Karolin Margret Natasa juga mandeg. Padahal, pekan lalu BK DPR sesumbar untuk mendatangkan sejumlah ahli IT.Namun, sama seperti kasus Priyo, persoalan video porno juga tak kelar-kelar. Alat kelengkapan DPR yang bertugas memberikan sanksi etik itu, masih jalan di tempat."Kita akan cari dari UGM, ITB, dan Unpad, supaya fair. Dulu ada laki-laki yang ngaku pelaku di video itu, tapi kita panggil enggak datang. Itu bukan anggota dewan," terang Abdul Wahab.
BK DPR bertele-tele selesaikan kasus Priyo dan video porno
Alat kelengkapan DPR yang bertugas memberikan sanksi etik itu, masih jalan di tempat.
Rekomendasi