SBY pernah diundang ikut konvensi Golkar

"Maaf terima kasih saya tidak mau mendaftar. Saya nanti mau buat kendaraan sendiri," kata Slamet menirukan ucapan SBY.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
SBY pernah diundang ikut konvensi Golkar
independence day run. ©Rumgapres/abror rizki

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai inisiasi konvensi Demokrat rupanya juga pernah diundang untuk ikut konvensi. Namun bukan konvensi Demokrat, melainkan konvensi Partai Golkar yang digelar pada tahun 2004 lalu.Hal ini diungkapkan oleh mantan Ketua Harian Konvensi Partai Golkar, Slamet Effendi Yusuf. Dia bercerita, kala itu konvensi Golkar tak mengundang para calon peserta seperti konvensi Demokrat."Satu hal yang kita lihat mekanisme konvensi Golkar, peserta tidak diundang dan peserta mendaftar. Mekanisme (konvensi Golkar) ada dua tahap, pertama tahap pra konvensi, tapi kemudian kami seleksi dengan syarat yang sudah diumumkan, menghasilkan 19 nama yang ikut dalam pra konvensi," jelas Slamet saat diskusi Sindo Radio di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (31/8).Dia juga menjelaskan, konvensi Golkar tidak diperuntukkan untuk kader partai lain, melainkan dikhususkan hanya untuk kader Golkar."(Peserta konvensi) ke daerah-daerah untuk perkenalkan diri masyarakat Golkar, orang yang se ide seaspirasi untuk menjadi capres, kami tidak mengundang orang luar," tegas dia.Slamet pun bercerita, saat sibuk melakukan seleksi untuk Konvensi Golkar, dia pun pernah meminta khusus satu orang yang dinilai sangat berpotensi untuk menang. Namun sayang, kata dia, orang tersebut menolak."Pernah ketemu satu orang untuk menawarkan ikut, tapi beliau tidak mau, orang itu kemudian jadi presiden," terang dia tanpa menyebut orang itu adalah SBY.Dia menjelaskan mengapa ngotot ingin orang itu mendaftar. Penyebabnya, saat itu dia melihat hasil beberapa survei yang mengunggulkan orang tersebut layak jual di Pemilu 2004."Saya memiliki 12 hasil survei, orang ini selalu unggul, lalu saya datang ke kantornya. Beliau bilang, saya minta maaf tidak bisa ikut. Makanya saya bilang tolong daftar, berdasarkan survei anda tinggi," cerita dia lagi.Namun sayang, orang yang saat itu belum memiliki kendaraan politik, kata dia, akan maju lewat kendaraan sendiri, bukan dari Golkar."Maaf terima kasih saya tidak mau mendaftar. Saya nanti mau membuat kendaraan sendiri," kata Slamet menirukan ucapan SBY kala itu.

Rekomendasi