Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyerahkan hasil audit investigasi proyek Hambalang jilid dua ke DPR. Hasilnya indikasi kerugian negara mencapai miliaran rupiah, dan diduga 15 anggota DPR ikut terlibat di dalamnya.Salah satu yang disebut dalam audit itu adalah politikus Demokrat, Juhaini Alie. Namun, dia mengaku tak khawatir akan hal itu.Sebab, namanya disebut dalam audit karena dia menandatangani persetujuan kontrak tahun jamak dalam proyek Hambalang.Dia juga mengaku tidak tahu menahu jika ada persoalan dan praktik korupsi dalam proyek pengadaan sarana dan pra sarana olahraga di Hambalang."Bapak di DPR, lalu diminta tandatangan yah tandatangan. Jadi itu yang ada di audit BPK," jelas Juhaini saat dihubungi, Senin (26/8).Juhaini yang kini menjadi anggota Komisi VII DPR ini juga menegaskan jika korupsi Hambalang adalah problem di orang-orang yang bersinggungan langsung dengan proyek."Kalau saya no problem, yang penting kita tidak ada urusan sama masalah korupsinya. Kalau korupsi itu urusan kementerian dengan orang-orang yang berhubungan dengan proyek. Kalau kita tidak tahu," imbuhnya.Berikut 15 nama anggota DPR yang disebut dalam audit investigasi jilid dua BPK dalam proyek Hambalang:1. NS (Mahyuddin NS, Partai Demokrat)
2. RCA (Rully Chairul Azwar, Partai Golkar),
3. HA (Hery Akhmadi, PDIP)
4. AHN (Abdul Hakam Naja, PAN)
5. APPS (Angelina Patricia Pingkan Sondakh, Partai Demokrat)
6. WK (I Wayan Koster, PDIP)
7. KM (Kahar Muzakir, Partai Golkar)
8. JA (Juhaini Alie, Partai Demokrat)
9. UA (Utut Adianto, PDIP)
10. AZ (Akbar Zulfakar, PKS)
11. EHP (Eko Hendro Purnomo, PAN)
12. MY (Machmud Yunus, PPP)
13. MHD (Muhammad Hanif Dhakiri, PKB)
14. HLS (Herry Lontung Siregar, Partai Hanura)
15. MI (Mardiana Idraswari, PAN).