Golkar dan Demokrat paling tertutup soal informasi dana parpol

"Partai yang dikelola secara tidak transparan dan akuntabel akan melahirkan calon-calon pemimpin yang korup."

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Golkar dan Demokrat paling tertutup soal informasi dana parpol
Nomor urut Parpol. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Transparency International Indonesia (TII) bekerjasama dengan Komisi Informasi Pusat telah mengembangkan instrumen untuk mengukur sejauh mana tingkat transparansi pendanaan partai politik melalui sebuah survei.

Hal ini didasarkan pada UU No.2/2008 Jo UU No.2/2011 Tentang Partai Politik dan UU No.14/2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

"Partai yang dikelola secara tidak transparan dan akuntabel akan melahirkan calon-calon pemimpin yang korup. Jika ini terjadi, maka demokrasi hanya memberikan kekuasaan kepada mereka yang bisa melakukan korupsi," kata Sekjen TII Dadang Trisasongko dalam siaran persnya bertajuk 'Peluncuran Indeks Transparansi Pendanaan Partai Politik' di Hotel Atlet, Senayan, Jakarta, Selasa (16/4).

Selanjutnya, survei dilangsungkan pada Juni 2012 hingga April 2013, bahwa respons 9 partai politik nasional terhadap transparansi dana parpol pada umumnya kooperatif.

"Namun partai-partai dengan banyak kursi di DPR RI seperti Partai Demokrat dan Partai Golkar kurang kooperatif. Begitu pula PKS, partai dengan kursi sedang di DPR juga dinilai kurang kooperatif," terangnya.

Menurut dia, hanya PDIP, partai dengan banyak kursi di DPR yang kooperatif, disusul partai-partai baru dengan kursi sedikit di DPR seperti Partai Gerindra, PAN, PKB dan Partai Hanura.

Adapun metode survei yang dilakukan dengan pengumpulan data kuantitatif menggunakan acuan kuesioner yang didukung wawancara mendalam dengan informasi kunci dari partai politik di tingkat DPP.

Informan utama adalah Bendahara Umum DPP partai politik atau yang mewakilinya. Syaratnya sumber di internal partai harus menguasai seluk beluk pendanaan dan dapat dimintai pertanggungjawaban terhadap data yang diberikan.

Data yang terkumpul dianalisis dan disajikan dalam bentuk indek 1-4 . Skor satu jika informasi tidak tersedia sama sekali, skor dua jika informasi tersedia namun tidak lengkap kurang 50 persen, skor tiga jika informasi tersedia namun tidak lengkap, lebih 50 persen dan skor empat jika informasi yang dibutuhkan lengkap.

"Partai Gerindra, PAN, PDIP menempati kategori transparan dengan skor di atas 3. Dua parpol seperti PKB dan Hanura berada dalam kategori belum transparan dengan skor di bawah 3," jelasnya.

Rekomendasi