Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ketua umum Partai Demokrat menuai kritik dari berbagai kalangan. Bahkan kritik juga muncul di media sosial, Twitter.Salah satunya adalah pengguna Twitter dengan akun @SyarifAhmad_. Pengguna Twitter yang mengaku sebagai anak desa di bio-nya itu mengkritisi cara pemilihan SBY menjadi ketua umum dengan cara aklamasi.Kritikan itu langsung disasarkannya kepada Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie melalui akun Twitter-nya @marzukialie_MA."Ajarn sesat demokrasi @marzukialie_MA ajaran demokrasinya SBY, ko main Tunjuk. Demokrasi dari mana? Yg menggunakan telunjujk," tulis akun @SyarifAhmad_ pada Minggu (31/3) lalu.Tak cukup di situ, dia juga mengkritik pernyataan Marzuki Alie di sebuah media. Dia menyebut Marzuki telah membuat ajaran sesat dalam demokrasi karena mengamini cara penunjukan untuk memilih ketua harian Partai Demokrat."Pak @marzukialie_MA mendistorsi subtansi demokrasi. Tdk ada demokrasi dlm bentuk kekuasaan terpusat dengan menggunakan telunjuk #DemokrasiTelunjuk," tulisnya."Pak @marzukialie_MA demi kepentinagan golongannya PD merusak nilai2 demokrasi, dgn menyebutkan tindakan menujuk dgn telunjuk adlh demokratis#DemokrasiTelunjuk."Gayung pun bersambut. Melalui Twitter, Marzuki Alie lantas membalas kritik itu. Marzuki menantang anak desa itu untuk langsung berdiskusi dengannya. Dia pun memberikan nomor ponselnya kepada @SyarifAhmad_."@SyarifAhmad_ sebaiknya kita diskusi langsung, agar tidak bias, ini no HP saya langsung..." tulis ketua DPR itu sehingga nomor ponselnya bisa diakses oleh publik Twitter."Siap, sy akn tlpn bpk @marzukialie_MA," balas si anak desa.
Dituding sesat, Marzuki tantang anak desa diskusi langsung
Sikap Marzuki cukup elegan. Dia memberikan nomor ponselnya kepada si anak desa agar bisa menghubunginya langsung.
Advertisement
Rekomendasi