Jero Wacik akui survei Demokrat jeblok karena kader korupsi

"Berkali-kali berita tentang Mas Anas disebut, efeknya di masyarakat popularitas Demokrat di masyarakat jadi turun."

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Jero Wacik akui survei Demokrat jeblok karena kader korupsi
jero wacik. merdeka.com/arie basuki

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menyatakan Partai Demokrat hanya memperoleh 8,3 persen suara membuat gelisah kalangan partai penguasa itu. Menurut Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, Jero Wacik, hal itu disebabkan karena beberapa kader yang korupsi."Setelah kami pelajari dan diskusikan, dengan survei suara rakyat ini, karena ada kader Demokrat yang korupsi, Nazaruddin dan Angie, dua itu yang jelas masuk," kata Jero dalam jumpa pers di kediamannya, Bintaro, Tangerang, Minggu (3/2). Tidak hanya itu, kata Jero, Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum saat ini juga tengah menjadi bulan-bulanan pers. "Sekarang kan statusnya masih antara ya dan tidak terlibat di Hambalang. Heboh. Saya tidak tahu bagaimana proses di KPK, apakah sudah ada bukti atau belum. Kami tidak mencampuri urusan KPK," ujar menteri ESDM ini. Jero juga mensinyalir penurunan suara Demokrat karena pemberitaan tentang Anas yang negatif di media massa."Presiden memerintahkan kita untuk taat hukum. Berkali-kali berita tentang Mas Anas disebut-sebut, efeknya di masyarakat popularitas Partai Demokrat di masyarakat jadi turun. Kami masih menunggu bagaimana kasus ini, karena masih saat ini masih belum jelas," ujarnya.Menurut Jero, persoalan ini harus ditangani dengan sangat serius. "Jika dibiarkan terus Demokrat bisa tidak lolos threshold. Kalau tidak lulus betapa kecewanya kami para kadernya," ujarnya.Seperti diberitakan, hasil survei SMRC menunjukkan suara teratas diraih Golkar dengan 21,3 persen, lalu PDIP 18,2 persen dan Demokrat di posisi ketiga dengan 8,3 persen. Di posisi berikutnya, Gerindra dengan 7,2 persen dukungan, PKB 5,6 persen, NasDem 5,2 persen, PPP dengan 4,1 persen. Sedangkan PKS mendapat dukungan 2,7 persen, PAN 1,5 persen, Hanura dengan 1,4 dan partai lainnya 3,1 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan 21,4 persen.Survei tersebut dilakukan pada 6 hingga 20 Desember dengan jumlah sampel 1.220 orang pemilih di 33 Provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka. Survei memiliki margin of error kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Rekomendasi