PKS: Soal bandit di parpol, SB curhat pengalaman pribadi

Aboe Bakar mengaku menghargai hak dan kebebasan SB untuk mengutarakan kekecewaannya selama bergabung di PAN.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
PKS: Soal bandit di parpol, SB curhat pengalaman pribadi
Soetrisno Bachir. ©2012 Merdeka.com

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Al Habsy menilai, pernyataan mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir (SB) soal partai politik sebagai sarang bandit adalah bentuk curahan hati SB."Pernyataan dan curahan hati yang disampaikan oleh Mantan Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir adalah refleksi pengalaman pribadi beliau selama aktif di PAN," kata dia kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (16/7).Dia mengaku menghargai dan menghormati hak dan kebebasan Soetrisno Bachir untuk mengekspresikan dan mengartikulasikan kekecewaannya selama bergabung di PAN."Saya kira tidak usah menjadi gusar apalagi tersinggung dengan pernyataan SB tersebut. Saya sangat yakin masih ada parpol di Indonesia yang mempunyai idealisme dan integritas politik untuk membangun bangsanya ke arah yang lebih baik lagi," kata dia.Sebelumnya, Soetrisno Bachir menuturkan pengalaman pahit saat terjun ke dunia politik. Menurut dia, partai politik yang seharusnya menjadi jembatan bagi pemimpin muda untuk tumbuh justru menjadi penghambat bagi lahirnya pemimpin-pemimpin baik di negeri ini."Saya tahu dan pengalaman bahwa partai politik itu memang tempatnya bandit-bandit. Makanya saya tidak kuat dan keluar," kata Soetrisno Bachir kepada merdeka.com di Kompleks Perumahan Anggota DPR Jakarta.Soetrisno mengatakan, realitas sistem politik di Indonesia ternyata menghasilkan suatu mekanisme kepemimpinan nasional yang tidak baik. Ruwetnya persoalan politik itulah membuat Soetrisno keluar dari PAN."Ini juga berdasarkan pengalaman saya, kalau parpol itu tempatnya para bandit yang justru melahirkan politik dan sistem transaksional," tegasnya.

Rekomendasi