PKS: Sejauh ini masih tetap Sandiaga Uno dan Mardani
Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap ingin mengusung pasangan Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera. Meskipun, karena pasangan ini Demokrat, PKB, PPP dan PAN menarik diri, membentuk poros baru untuk melawan petahana Basuki T Purnama (Ahok).
Mardani mengatakan, sampai hari ini keputusan partai tetap mencalonkan dirinya dengan Sandiaga Uno. Menurut dia, yang melakukan komunikasi politik adalah Presiden PKS Sohibul Iman.
"Sampai Magrib ini belum ada perubahan, belum ada info lain. Masih tetap (Sandiaga Uno-Mardani)," kata Mardani saat dihubungi merdeka.com, Selasa (20/9).
Mardani menanggapi santai perihal wacana poros baru yang akan dibentuk Demokrat, PKB, PAN dan PKB akibat pasangan Sandiaga-Mardani. Menurut dia, komunikasi dengan partai lain terus dilakukan.
"Yang melakukan itu (komunikasi) Pak Sohibul Iman, jadi sama saya Sandi inikan prajurit turun ke bawah ketemu tokoh-tokoh," cetus dia.
Mardani berharap, partai lain mendukung pasangan Sandiaga-Mardani. "Kita harapannya bersama-sama," pungkas dia.
Sebelumnya diberitakan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) nampaknya sudah tak lagi sehati dengan Gerindra dan PKS dalam Pilgub DKI Jakarta. PPP bahkan hendak membentuk poros baru di Jakarta bersama Demokrat, PKB dan PAN untuk mengusung pasangan di luar Basuki T Purnama (Ahok) dan Sandiaga Uno.
Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, saat ini pimpinan Partai Demokrat, PKB, PAN dan PPP tengah intensif membahas siapa yang akan diusung di Pilgub DKI 2017. Sayang, dia tak mau mengungkap siapa saja nama yang jadi pertimbangan bakal diusung.
"Nanti PPP Demokrat PKB dan PAN akan memfinalkan nama, mengumumkan besok malam atau lusa pagi, jadi sekarang Selasa, kalau enggak Rabu malam, Kamis pagi kami umumkan," kata Arsul saat dihubungi merdeka.com, Selasa (20/9).
Arsul memastikan poros baru ini akan membentuk koalisi. Sementara Gerindra dan PKS nampaknya bakal ditinggal dengan alasan sudah tak lagi membangun komunikasi dengan baik bersama empat partai ini.
"Kan Gerindra dan PKS sudah menetapkan calon mereka, sementara mereka tidak mengajak komunikasi dengan kami," jelas dia.
Arsul mengakui memang masih mungkin saja poros baru ini akan kembali bersama dengan Gerindra dan PKS. Namun menurut dia, sejauh ini tidak ada komunikasi yang terbangun dengan Gerindra dan PKS.
"Bukan sudah tertutup (pintu koalisi), sekarang kan enggak komunikasi, gimana mau koalisi?" terang dia. (mdk/rnd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya