Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, baru-baru ini menyampaikan apresiasi. Ia menyoroti **kinerja Polri** dalam penanganan rangkaian aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah. Aksi ini berlangsung pada akhir bulan Agustus lalu dan menarik perhatian publik luas.
Dzulfikar menilai langkah taktis yang diambil oleh pihak kepolisian sangat efektif. Upaya ini berhasil mencegah potensi konflik horizontal serta tindakan anarkistis yang lebih besar. Meskipun demikian, aksi demonstrasi tersebut sempat diwarnai oleh tragedi yang menelan korban jiwa.
Dalam keterangannya di Jakarta, Dzulfikar menekankan bahwa kerja taktis Polri patut diacungi jempol. Mereka mampu mengendalikan situasi aksi yang diduga ditunggangi berbagai kepentingan. Ini menunjukkan dedikasi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Advertisement
Advertisement
Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia ini menjelaskan bahwa eskalasi kerusuhan di beberapa kota mengindikasikan adanya infiltrasi. Agenda politik dari pihak-pihak tertentu diduga menyusup dalam aksi demonstrasi tersebut. Hal ini mengubah fokus dari tuntutan rakyat murni menjadi kepentingan lain.
Menurut Dzulfikar, dalam kondisi yang kompleks tersebut, **kinerja Polri** tetap berhasil menjaga situasi. Mereka mampu mencegah kondisi agar tidak semakin memburuk dan meluas. Keberhasilan ini menunjukkan profesionalisme aparat keamanan.
"Kerusuhan yang terjadi jelas sudah disusupi agenda politik, bukan lagi semata tuntutan rakyat," ujar Dzulfikar. Ia menambahkan, "Di titik inilah kita melihat kerja Polri patut diapresiasi karena mampu menjaga agar kondisi tidak semakin memburuk." Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran Polri.
Advertisement
Advertisement
Dzulfikar juga menyoroti respons cepat dari Polri terkait dugaan pelanggaran prosedur. Penanganan terhadap oknum anggota yang melanggar standar operasional prosedur (SOP) dinilai sigap. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia menyebutkan contoh kasus polisi yang menabrak pengemudi ojek online. Proses hukum terhadap kasus ini berjalan transparan dan memberikan kepastian hukum yang jelas. "Ini penting agar kepercayaan publik tetap terjaga," jelasnya.
Pemuda Muhammadiyah mendorong Polri untuk menuntaskan penyelidikan. Penyelidikan ini harus menyasar aktor intelektual atau dalang di balik kerusuhan. Tujuannya adalah memastikan tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.
Advertisement
"Namun di sisi lain, kami berharap Polri bisa tegas membebaskan demonstran yang agenda perjuangannya tulus untuk memperbaiki kinerja pemerintahan," kata Dzulfikar. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.
Sumber: AntaraNews