Menengok Sepak Terjang Sabam Sirait, Politikus Senior 7 Presiden

Selasa, 26 Maret 2019 20:28 Reporter : Iqbal Fadil
Menengok Sepak Terjang Sabam Sirait, Politikus Senior 7 Presiden Sabam Sirait. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, anggota DPD RI Sabam Sirait merupakan politisi yang memegang teguh prinsip. Menurutnya, Sabam adalah contoh bagi para politisi muda di Indonesia.

"Tidak banyak politisi seperti Pak Sabam yang memegang teguh prinsip. Sekarang banyak politisi musiman," ujar Bamsoet saat menghadiri acara HUT ke-50 Perkawinan Sabam Sirait-Sondang Sidabutar dan peluncuran Buku Sabam Sirait berjudul 'Sabam Sirait Berpolitik selama 7 Presiden' yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta Selatan.

Bamsoet berharap buku dari Sabam Sirait menjadi inspirasi bagi semua orang. Kemudian buku Sabam Sirait yang berjudul 'Berpolitik Bersama 7 Presiden' diserahkan secara simbolis kepada tokoh-tokoh yang hadir. Presiden Joko Widodo ( Jokowi) juga secara khusus memberikan kata sambutan dalam buku tersebut

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum-HAM) Yasonna Laoly mengaku takjub dengan gaya berpolitik mantan Sekjen Partai Demokrasi Indonesia (kini PDI-Perjuangan) itu. Bang Sabam begitu Yasonna biasa memanggil Sabam Sirait merupakan guru politik yang memiliki prinsip.

"Saya harus jujur mengatakan bahwa karena senior saya ini (bang Sabam) untuk masuk ke politik. Latar belakang saya sebenarnya adalah dosen, kemudian masuk ke dunia politik yang membuat saya sama seperti bang Sabam. Karena politik itu saya akhirnya meninggalkan kampus," cerita Yasonna.

Acara tersebut dihadiri seluruh keluarga dan kerabat Sabam Sirait. Tampak sang anak, Maruarar Sirait hingga menantu Putra Nababan. Terlihat juga sejumlah tokoh seperti, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono.

Bagi Yasonna, kepakaran Bang Sabam melebihi doktor politik yang ada saat ini. Sebenarnya, kata dia, beberapa universitas seperti UKI dan universitas lainnya di Indonesia seharusnya memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada Sabam.

"Politik itu suci. Itu yang disampaikan oleh beliau (Sabam). Seorang penulis mengatakan, tidak ada yang salah dalam politik namun yang salah adalah orang yang berpolitik. Dan Sabam ini mengajarkan kita tentang etika berpolitik," tuturnya.

Menurutnya, begitu tajam perbedaan-perbedaan pandangan dengan berbgai pihak namun Sabam tetap dapat membawa politik secara santun tetapi tidak melupakan diri kritik-kritik yang tajam seperti yang disampaikan secara baik. Oleh karena itu, mantan anggota DPR RI selam 7 periode itu disegani oleh kawan dan lawan politiknya.

Yasonna melihat Sabam betul-betul seorang politisi yang tangguh. "Kalau Bambang Soesatyo (Ketua DPR RI) mengatakan luar biasa bagi saya bilang top, sempurna. Buat kami adik beliau di GMKI, bang Sabam adalah panutan kami, abang kami, senior kami," katanya.

Yasonna pun bercerita bagaimana dirinya bisa menjadi anggota DPR RI hingga kini menjadi menteri. Awalnya ia menjadi anggota DPR dan mencalonkan diri dari dapil Sumatera Utara.

Yasonna mengakui Sabam dan sahabatnya Fabian Lumbangaol adalah orang yang berada di belakang karir politiknya. Karena pada waktu itu pada pencalonan caleg itu bukan soal yang gampang untuk masuk ke anggota DPR. Sabam dan salah satu sahabatnya Lumbangaol akhirnya menelepon fungsionaris PDI Perjuangan Taufiq Kiemas agar Laoly dicalonkan sebagai anggota DPR RI. "Ini tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya," ucapnya. Bagi

Yasonna, Bang Sabam sudah mengajarkan bagaimana perjuangan-perjuangan politik, ideologi, tentang kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Sekali lagi terima kasih Abang, Kakak (istri Sabam Sirait Sondang Sidabutar). Abang adalah bagian dari guru dalam kehidupan saya sampai saat ini. Abang adalah bagian dari guru yang mengajarkan saya bagaimana menjadi seorang kader gerakan, untuk melakukan segala sesuatunya dengan taat azas dan tentu berpijak kepada prinsip-prinsip etika yang harus kita jaga bersama," katanya.

Sabam yang menjadi Sekjen PDI pernah duduk sebagai anggota DPR RI selama 7 periode, anggota DPA RI 2 periode dan hingga kini masih anggota DPD RI. Pada 2019, Sabam juga mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI dari dapil DKI Jakarta. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini