Ma'ruf Amin Sebut Masyarakat Pasundan Akan Malu Jika Jokowi Kalah di Jabar

Sabtu, 19 Januari 2019 16:01 Reporter : Merdeka
Ma'ruf Amin Sebut Masyarakat Pasundan Akan Malu Jika Jokowi Kalah di Jabar Maruf Amin terima kunjungan Veve Zulfikar. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pasangan calon nomor 01 harus bisa menang di Jawa Barat. Jika tidak, menurutnya, masyarakat Pasundan akan malu.

Hal ini diungkapkannya mengingat dirinya adalah masyarakat yang mempunyai darah Pasundan. Karenanya, masyarakat harus mendukung semaksimal mungkin.

"Kalau saya dan Pak Jokowi tidak menang di Jawa Barat, ini menjadi orang Jawa Barat, orang Pasundan, malu semua. Saya kira itu. Orang Pasundannya sendiri jadi Wakil Presiden, orang Jawa Barat dijadikan wakil presiden, kok malah di Jawa Barat kalah," katanya saat memberikan kata sambutan di acara silahturahmi dengan para tokoh masyarakat sunda di Hotel Horizon, Bandung, Sabtu (19/1).

Dia menjelaskan, bisa jadi ke depan membuat masyarakat Jabar tidak dipercaya lagi sebagai Wakil Presiden. Sehingga semakin kecil kemungkinan kepercayaan untuk menjadikan orang Jawa Barat menjadi Presiden.

"Tapi kalau kita bisa memenangkan Pilpres ini, maka orang percaya kepada Jawa Barat dan Pasundan ditampilkan tokohnya memenangkan Pilpres, nanti Pilpres yang akan datang, tidak hanya menjadi wakil presiden tapi akan dijadikan Presiden. Karena itu kepercayaan, trust," ungkapnya.

Karenanya, Ma'ruf menilai, Pilpres kali ini adalah ujian masyarakat Pasundan untuk bisa meraih kepercayaan warga Indonesia. Bahwa bisa memberikan kontribusi yang baik bagi negaranya.

"Mudah-mudahan masyarakat Indonesia tidak akan kecewa dengan masyarakat Jawa Barat karena tampil, mampu bisa memenangkan Pilpres dan diberikan tanggungjawab saya memberikan kontribusi yang memaksimal membawa Indonesia yang berkeadilan, Indonesia yang seperti dinginkan oleh sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Menurut Ketua MUI ini, sudah lama Pasundan tidak punya tokoh menjadi pimpinan nasional.

"Sejak Pak Umar Wirahadikusumah menjadi wakil presiden sesudah itu tidak ada lagi orang Jawa Barat yang menjadi Wakil Presiden. Makanya orang mengatakan, Orang Sunda ini asa aya tapi tak aya. Asa tak aya tapi aya. Artinya kita ada tapi sepertinya tidak ada, kalau dia ada seperti tidak ada. Karena memang belum bisa muncul sebagai pimpinan nasional," jelasnya.

Karena itu, dirinya hadir sekarang untuk mengangkat lagi masyarakat Pasundan di kancah nasional. "Kalau dulu Pak Umar Wirahadikusumah orang Sunda yang jenderal. Kalau saya orang Sunda yang Kiai," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Putra
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini