Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

LSI Denny JA Menilai Pengelolaan Partai di Indonesia Masih Tradisional

LSI Denny JA Menilai Pengelolaan Partai di Indonesia Masih Tradisional Ilustrasi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Al Faraby menilai umumnya pengelolaan partai di Indonesia masih tradisional. Dia memberi contoh, partai yang mengandalkan kekuatan personal salah satu tokoh.

"Masih bersandar pada kekuatan personal tokoh, dan belum ada iuran anggota untuk pembiayaan partai," ujar dia, Selasa (7/7).

Adjie mengungkapkan kondisi tersebut membuat ketua partai dipilih dari mereka yang punya kekuatan politik atau incumbent dan punya kekuatan finansial.

"Dalam kerangka menuju partai modern, model seperti ini akan memperlambat proses regenerasi di partai politik, dan terjadi personifikasi partai politik," katanya.

Menurut dia, seharusnya partai mempunyai aturan, agar tidak terlalu lama seseorang menjabat ketua partai. Sehingga regenerasi di tubuh partai bisa berjalan. "Maksimal dua periode sudah cukup," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah kader muda dan sayap pendiri Partai Golkar mengadakan kegiatan deklarasi dukungan terhadap Rahmat Effendi untuk kembali memimpin DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

Hadir dalam acara tersebut, Generasi Muda (GEMA) MKGR Kota Bekasi, Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Bekasi dan sejumlah kader muda lainnya.

Inisiator kegiatan deklarasi, Tarsono Iday mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan dukungan kepada Rahmat Effendi kembali menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP