Dua kubu di Partai Persatuan Pembagunan (PPP) sudah berdamai. Hal itu ditandai dengan didapuknya Muhammad Mardiono sebagai ketua umum dan Agus Suparmanto sebagai Wakil Ketua Umum.
Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan surat keputusan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, sore hari ini, Senin (6/10).
Kepada awak media, Mardiono bercerita rekonsiliasinya dengan Agus ada andil pihak lain yang disebutnya sebagai "orang-orang baik".
Menurut dia, merekalah yang mempertemukan pihaknya dan kubu Agus untuk menyepakati jalan damai.
"Saya tadi sampaikan dengan Pak Menteri bahwa dua hari yang lalu saya telah mengadakan pertemuan, difasilitasi oleh orang-orang baik yaitu untuk pertemuan antara Pak Gus Taj Yasin Pak Agus dan saya. Nah kemudian disepakati untuk kita lakukan rekonsoliasi agar tidak terjadi perbedaan sudut pandang atau perbedaan pendapat yang kemudian menjadi tajam dan berkesinambungan," tutur Mardiono saat jumpa pers di Kantor Kementerian Hukum, Jakarta, Senin (6/10).
Advertisement
Siapa Orangnya?
Sayangnya, Mardiono tidak menjelaskan, siapa orang-orang baik yang dimaksudnya.
Dia hanya menegaskan kedua pihak akhirnya sepakat islah untuk mengakhiri perbedaan pandangan yang terjadi selama ini.
"Jadi nanti sesegera mungkin, ini karena sudah menyatu antara Pak Agus dan saya dan nanti juga di bawahnya juga demikian kita satukan yaitu dengan melalui membentuk kepengurusan yang segera akan kita sempurnakan karena memang di dalam kepengurusan ini harus kita lengkapi karena kita harus memiliki anggota majelis, memiliki juga mahkamah partai jadi untuk menjadikan organisasi ini utuh itu harus terbentuknya kepengurusan yang baru," tegas Mardiono.
Advertisement
Rekonsialisasi Akbar
Mardiono memastikan, usai kepengurusan lengkap terbentuk, secara nasional akan dilakukan rekonsoliasi akbar melalui forum musyawarah kerja nasional (Mukernas).
“Tentu nanti di dalam Mukernas itu akan melahirkan berbagai macam keputusan yang disepakati oleh bersama ketika nanti elitnya kita sudah bergabung," ujarnya.
Tak lupa, Mardiono juga meminta maaf kepada semua pihak terdampak karena dalam sepekan terakhir partainya sudah membuat gaduh jagat pemberitaan. Dia berharap, rekonsiliasi yang sudah tercipta dapat menjadi pembelajaran PPP menjadi lebih baik.
"Saya sampaikan permohonan maaf pada pemerintah dalam hal ini adalah Pak Menteri Hukum. Kemudian kepada konstituen kami di seluruh Indonesia yang selama ini menitipkan amanahnya kepada PPP, saya sampaikan juga permohonan maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia kalau kemudian terganggu adanya terjadinya kegaduhan di dalam penyelenggaraan muktamar, Insya Allah ini akan menjadi evaluasi dan instruksi bagi PPP bagaimana untuk ke depan organisasi ini menjadi kokoh, kuat dan nanti menjadi bagian dari perjuangan umat yang selama ini juga kita terus lakukan," ujarnya.