Khofifah: Warga Jatim bisa beri saran dan uneg-uneg di Rumah Aspirasi

Minggu, 28 Januari 2018 14:02 Reporter : Moch. Andriansyah
Khofifah: Warga Jatim bisa beri saran dan uneg-uneg di Rumah Aspirasi NasDem usung Khofifah-Emil Dardak di Pilgub Jatim. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak siap membangun Jawa Timur dengan hati dan dedikasi tinggi. Keduanya siap membuka mata dan telinga lebar-lebar untuk melihat, mendengarkan, serta menangkap aspirasi seluruh elemen masyarakat Jawa Timur.

Karenanya, dalam waktu dekat ini, tim pemenangan akan segera meluncurkan Rumah Aspirasi bagi masyarakat, baik yang bersifat digital maupun bangunan fisik.

"Insya Allah secara serentak akan diluncurkan pada tanggal 14 Februari sehari sebelum kampanye dimulai," kata Khofifah di Surabaya, Minggu (28/1).

Menurut mantan Menteri Sosial ini, kehadiran Rumah Aspirasi bertujuan menghimpun berbagai persoalan dan ide-ide kreatif, strategis di tengah masyarakat. Sehinga mampu mendorong percepatan penyejahteraan masyarakat, serta pemerataan pembangunan di Jawa Timur, khususnya wilayah selatan.

"Ini merupakan ikhtiar tim kerja pemenangan Khofifah-Emil untuk mewujudkan pembangunan yang lebih terbuka dan partisipatif. Semata-mata demi mewujudkan Jatim lebih sejahtera," papar Ketua Umum PP Muslimat NU.

Pembangunan partisipatif, lanjut Khofifah, mengandung makna pembangunan yang melibatkan peran serta masyarakat. Di sini, Khofifah akan menempatkan masyarakat sebagai preferensi baik dalam merumuskan, melaksanakan maupun manfaat pembangunan.

Kembali Khofifah menjelaskan, bahwa sebenarnya masyarakat Jawa Timur ini sangat partisipatif untuk menangkap ide kreatif dan berbagai pemikiran strategis yang lebih efektif. Oleh karena itu, tim kerja pemenangan Khofifah- Emil menyiapkan Rumah Aspirasi bagi warga.

Langkah ini, lanjut Khofifah, menjadi cara efektif dalam menjaring pokok-pokok pikiran yang belum terekam. "Warga bisa memberikan masukan, saran, uneg-uneg lewat Rumah Aspirasi tersebut, baik secata digital maupun secara langsung datang ke rumah aspirasi warga Jatim," katanya.

Khofifah menerangkan, format agenda kerja Rumah Aspirasi akan dikordinasikan oleh relawan sesuai dengan isu strategis tertentu. Misalnya, kata Khofifah, relawan ASPEK Madura akan diskusi dengan narasumber terkait garam, Sedulur Rikho akan diskusi terkait lingkungan hidup.

"Kemudian kiai-santri akan diskusi terkait Madrasah Diniyah, dan seterusnya. Saat ini tercatat sudah ada 38 relawan yang memiliki varian profesi dan kewilayahan," sambungnya.

Khofifah berharap, dengan adanya Rumah Aspirasi bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan bisa lebih banyak mendapat masukan dan menyerap aspirasi warga. Selanjutnya tim kerja pemenangan akan membuat format untuk dimasukkan dalam draf rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

"Ini untuk kemajuan kita bersama. Kami ingin mendapat lebih banyak masukan dan saran dari seluruh warga Jatim, dimanapun mereka berada. Kontribusi sekecil apapun sangat berguna," ucapnya.

Senada, Emil mengatakan, nantinya aspirasi, saran, dan ide yang masuk melalui Rumah Aspirasi tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan di Jawa Timur. "Kami ingin membangun Jatim dengan hati dan dedikasi yang tinggi bersama partisipasi yang terus kami bangun sinergi. Bagaimanapun kebijakan harus dirumuskan sesuai keinginan masyarakat banyak, bukan kehendak segelintir orang saja," tambahnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini