Ketum NasDem Surya Paloh akan Hadiri Muktamar PKB di Bali

Sabtu, 17 Agustus 2019 16:31 Reporter : Moh. Kadafi
Ketum NasDem Surya Paloh akan Hadiri Muktamar PKB di Bali Surya Paloh. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dijadwalkan hadir dalam acara pembukaan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Nusa Dua, Bali, pada Selasa (20/9) nanti.

"Dikonfirmasi hadir, rencananya pesawat pagi, Muktamar kan Pukul 19.00 malam baru mulai," kata Ida Bagus Oka Gunastawa selaku Ketua DPW Partai NasDem Bali saat ditemui di Denpasar, Sabtu (17/8).

Gunastawa juga menyampaikan, untuk agenda persisnya Surya Paloh selama di Bali pihaknya belum tau persis. Namun, agenda utamanya menghadiri Muktamar PKB karena sesama partai koalisi yang mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres yang lalu.

"Saya yakin beliau akan hadir apalagi ini kawan koalisi. Mungkin juga menjadi media silahturahmi dari sekian perjalanan. Walaupun ada pertemuan-pertemuan lainnya di Jakarta atau ada Informasi ditempat lain, kami yakin acara utamanya tentu menghadiri undangan kawan-undagan dari PKB," ujarnya.

Mengenai kabinet di Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin, Gunastawa mengantakan bahwa Surya Paloh sudah menyerahkan semuanya ke Presiden Jokowi termasuk Menteri yang akan dipilih oleh Jokowi dari Partai Nasdem.

"Segalanya sudah menjadi satu kesepakatan apakah itu terkait dengan kabinet dan segalanya Bapak Surya sendiri menyerahkan segalanya kepada Presiden. Jadi kita dalam posisi, apalagi meminta-minta itu sudah jelas Nasdem tidak dalam posisi itu," ungkapnya.

Gunastawa menjelaskan, jika nantinya ada kader NasDem yang terpilih menjadi menteri pihaknya juga ikut senang. Namun jika tidak ada hal itu tersebut juga tidak menjadi masalah.

"Diajak bergabung dalam konteks ada bagian menteri-menteri yang diberikan (NasDem) kita senang. Tidak, juga tidak apa-apa itu sudah sikap kami dari DPP sampai ke tingkat daerah," ujarnya.

Gunastawa juga menjelaskan, untuk posisi NasDem seperti sebelumnya, tidak secara khusus mempersiapkan kader Nasdem yang akan menjadi Menteri. Namun, lebih memfokuskan sumberdaya Kader NasDem yang berpengalaman dan memiliki kapasitas untuk menjadi Menteri.

"Tetapi, sepenuhnya kita serahkan ke Bapak Jokowi. Jika ada kebutuhan Menteri bidang apa kalau di Nasdem ada dan beliau pilih sebut namanya, silahkan. Kalau tidak, tidak masalah. Kita tidak menyodorkan nama (Menteri) itu sudah komit dari 5 tahun yang lalu," ujarnya.

Mengenai keinginan Presiden Jokowi untuk memiliki Menteri muda dalam kabinet kepemerintahannya di periode ke dua tersebut. Gunastawa juga menjelaskan jika di NasDem kader-kader muda sangat banyak.

"Tokoh muda kita banyak, ada dari kalangan generasi muda dan bahkan anggota DPRD termuda itu dari NasDem," ujarnya.

Sementara itu, atribut PKB seperti bendera, banner, dan baliho sudah menghiasi jalan-jalan di wilayah Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (17/8).

Bahkan di sepanjang jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai dan jalan By Pass Nusa Dua, tampak bendera warna hijau PKB berpadu dengan warna merah putih terus berkibar, hingga menuju lokasi digelar Mukhtamar V PKB di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, Bali pada 20-22 Agustus 2019.

Selain itu, baliho dengan foto Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan slogan "Melayani Ibu Pertiwi" terpasang di hampir setiap 100 meter jalan. Ada juga baliho berukuran lebih besar yang menampilkan foto Gus Dur dan para kiai pendiri PKB.

Dari informasi yang didapat, sebelum acara pembukaan Muktamar ada sejumlah kegiatan akan digelar di Bali. Misalnya, seminar soft skill enterpreneur bersama UMKM se-Provinsi Bali yang digelar fraksi PKB.

Acara tersebut, akan menghadirkan pembicara kompegen, seperti motivator kondang Yanuar Prihatin dan Desainer Kondang Ni Luh Djelantik. Sedangkan pembawa acaranya adalah Arzeti Bilbina dan Tommy Kurniawan.

Seminar ini akan dilaksanakan pada Senin (19/8), atau sehari sebelum pembukaan. Di hari yang sama, akan ada penanaman pohon mangrove pada waktu yang sama dengan pentas Seni.

Koordinator Munas Alim Ulama Saifullah Maksum Saifullah mengantakan, selain diskusi juga digelar forum Munas Alim Ulama se-Indonesia pada pada tanggal 20 Agustus 2019. Forum ini menghadirkan 1.000 kiai dari berbagai pelosok negeri.

Peserta forum ini adalah para ulama terkemuka, termasuk Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj, Prof. Nadirsyah Hosen, hingga Gus Miftah.

"Munas Alim Ulama se-Indonesia adalah membahas masalah-masalah kebangsaan, baik politik demokrasi, budaya serta keagamaan." ujar Saifulah dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/8). [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini