Kerap Didatangi Parpol, NasDem: Kita Bukan Power, Kebetulan Menjadi Teman Curhat

Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengaku, partainya hanya terbuka menjadi teman curhat. Bukan soal Paloh yang memiliki 'power'.

Muhammad Genantan Saputra
Kerap Didatangi Parpol, NasDem: Kita Bukan Power, Kebetulan Menjadi Teman Curhat
prabowo bertemu surya paloh. ©2022 Merdeka.com/instagram nasdem

Partai NasDem menjadi parpol yang belakangan didatangi oleh partai politik. Pada Rabu (22/6) siang ini pun, Presiden PKS Ahmad Syaikhu bersama jajarannya menemui Ketum NasDem Surya Paloh.

Jauh dari itu, Partai Gerindra paling awal menemui NasDem pada awal Juni. Beberapa hari kemudian disusul oleh Partai Demokrat. Kini, giliran PKS ikut menemui Paloh.

Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengaku, partainya hanya terbuka menjadi teman curhat. Bukan soal Paloh yang memiliki 'power'.

"Kita bukan power, kita kebetulan membuka diri untuk menjadi teman curhat, curhat ke Pak Saan (Saan Mustopa), curhat persoalan aktual, dan sekaligus ini wisata politik," ungkap Willy di NasDem Tower, Jakarta, Rabu (22/6).

Willy mengungkapkan, setelah PKS akan ada parpol yang menemui NasDem. Soal warna parpolnya apa, Willy tidak mengungkap spesifik.

"Insya Allah besok akan ada lagi, ya kita tunggu saja," ungkap Willy.

"Gini, ya Nasdem itu kan perpaduan, biru dan kuning emas, ya hari ini yang kuning emas datang ke sini, besok kita lihat lagi," bebernya.

Willy mengatakan, partainya membuka pintu bagi para tokoh untuk datang ke NasDem, tidak terbatas hanya parpol. NasDem membuka diri untuk berdialog.

"Negara ini terlalu kecil untuk diselesaikan oleh satu dua golongan, atau satu dua parpol," ucap Willy.

"Semua kelompok diundang oleh Pak Surya untuk membicarakan persoalan-persoalan kebangsaan dan inilah kawah candradimukanya, ngobrol dengan situasi yang enak," pungkasnya.

Rekomendasi