Kabar Reshuffle Kabinet, Ketua DPR Ingatkan Menteri Harus Kerja 'Ngegas'

Senin, 24 Februari 2020 14:07 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kabar Reshuffle Kabinet, Ketua DPR Ingatkan Menteri Harus Kerja 'Ngegas' Sri Mulyani dan Puan Maharani Rapat Konsultasi di Pansus B. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kabar perombakan (reshuffle) kabinet Jokowi-Ma'ruf kembali berhembus. Ketua DPR Puan Maharani, mengimbau hal tersebut sebagai warning supaya para menteri bisa bekerja lebih baik sesuai target.

"Ini warning untuk semuanya, dalam artian sebagai orang yang telah terpilih untuk bisa mewakili atau membantu presiden dalam membangun bangsa dan negara, ya harus bisa menunjukkan bahwa waktu 100 hari itu sudah selesai," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/2).

Puan berpesan supaya para menteri harus cepat bekerja. Politikus PDI Perjuangan tersebut minta menteri imbangi kerja Presiden Jokowi.

"Belajar itu gak bisa terlalu lama, belajar itu harus cepat, dan kalau yang saya pahami presiden itu mau kerjanya cepat. Jadi mungkin harus lebih ngegas," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Meski begitu, kata Puan, reshuffle atau tidak merupakan prerogatif presiden.Dia menyebut, kepala negara yang menilai, apakah pembantu presiden yang sudah dipilih melaksanakan kinerja itu sudah sesuai visi dan keinginan presiden atau tidak.

"Kalau pun bahwa dirasa ada hal-hal yang kurang, ya kembali lagi itu prerogatif presiden. Saya pahami bahwa presiden akan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rahman menegaskan, Presiden Jokowi tidak ada rencana perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju. Dia bilang, semua anggota kabinet diperintahkan untuk fokus terhadap fungsi kementeriannya masing-masing dan segera dapat beradaptasi.

2 dari 2 halaman

Hal tersebut merespons pertanyaan tentang kinerja menteri baru - baru ini.
"Apa-apa perlu penyesuaian. Ada yang cepat beradaptasi, ada yang tidak. Mohon sedikit dimaafkan dulu," kata Jokowi dalam silaturahmi dengan pegiat media sosial di Istana Bogor, melalui keterangan dari Jubir Presiden Fadjroel Rahman, Minggu (18/2).

Tetapi Presiden juga menegaskan agar tujuan Indonesia sentris atau pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia dapat tercapai melalui prioritas Panca Kerja Kabinet Indonesia Maju.

Panca tersebut berupa pembangunan Sumber Daya Manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi, transformasi ekonomi modern bernilai tambah, berpihak pada kemajuan lingkungan hidup dan kehidupan sosial-budaya yang berkemajuan secara efektif dan efisien.

Dengan hal itu, kepala negara memerlukan anggota kabinet yang dapat menyesuaikan diri atau dengan fungsi kementeriannya.

"Kalau terus tidak dapat beradaptasi, pasti saya ganti," tukas Presiden Jokowi. [rnd]

Baca juga:
Mahfud: Di Kabinet Enggak Ada Isu Reshuffle
Jokowi Minta Rakyat Maafkan Menteri yang Belum Cepat Adaptasi dan Maksimal Bekerja
Beredar Isu Reshuffle Kabinet Jokowi, Ini Kata Istana
Sandiaga: Belum 6 Bulan Kerja, Terlalu Dini Jika Jokowi Mau Reshuffle Menteri
Jawab Isu Reshuffle, Sekjen PPP Bilang 'Orang Baru 3 Bulan Kerja'
Soal Isu Reshuffle, Gerindra Tunduk dengan Hak Prerogatif Jokowi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini