Hubungan Indonesia-Malaysia sering ribut seperti suami-istri
Merdeka.com - Konflik yang sering timbul antara Indonesia dan Malaysia dianggap wajar. Jika diibaratkan hubungan Indonesia dan Malaysia seperti hidup berumah tangga. Sudah merupakan hal biasa ada riak-riak pertikaian antara suami istri.
"Indonesia dan Malaysia seperti suami istri, ribu-ribut sikit (dikit) tak mengapalah," kata anggota Parlemen Malaysia, Tan Seng Giauw, di sela acara ASEAN Inter Parliamentary Assembly, di Sengigi, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (20/9).
Giauw mengatakan sebagai negara berjiran (bertetangga), konflik antardua negara merupakan suatu keniscayaan. Dia menilai sejauh ini hubungan Indonesia dengan Malaysia baik. Berbagai persoalan yang terjadi di antara kedua negara mestilah diselesaikan dengan jalan baik.
Dia pun menolak bila Malaysia dianggap semena-mena memperlakukan warga negara Indonesia. Malaysia menurutnya selalu berupaya melayani warga negara Indonesia dengan baik. Persoalannya, saat ini ada jutaan pekerja asal Indonesia yang masuk ke Malaysia dengan jalan tidak legal.
"Di Malaysia pekerja ilegal ini disebut pati, akronim dari pendatang tanpa izin," tandas dia.
Terkait peristiwa penembakan empat warga negara Indonesia oleh Polisi Malaysia, menurut. Giau tidak boleh merusak hubungan Indonesia Malaysia. Kedua negara mesti meyelesaikan persoalan secara teliti lewat jalan pengadilan.
"Kita mesti menyelesaikan secara teliti dan menghadapkan pada Makamah Agung. Indonesia mesti dilayani dengan baik berdasarkan dengan Undang-Undang Malaysia," tandas dia.
Giau berkilah sikap tegas dan bahkan keras Malaysia terhadap pekerja ilegal Indonesia sebagai upaya melindungi. Pekerja ilegal asal Indonesia menurutnya berpotensi dieksploitasi para pemilik perusahaan.
"Kalau mereka tidak datang melalui mekanisme yang ada maka akan ada potensi dieksploitasikan oleh perusahaan. Ini berlaku di seluruh dunia," tukas dia. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya