Hasil Rekapitulasi KPU, Mantan Ketua MK Minta Pendukung Capres Tak Saling Mengolok

Selasa, 21 Mei 2019 21:35 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Hasil Rekapitulasi KPU, Mantan Ketua MK Minta Pendukung Capres Tak Saling Mengolok Pendukung Jokowi dan Prabowo Kompak Syukuran Bareng. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi,Jimly Asshiddiqie meminta pendukung masing-masing kubu capres-cawapres tidak mengecilkan satu sama lain. Dia juga mengimbau agar mengikuti proses hukum dan menunggu hasil keputusan MK jika paslon 02 mengajukan sengketa pemilu.

"Soal benar atau salahnya, biar sembilan orang yang memutuskan. Beri dulu kesempatan siapa tahu ada pintu ada keadilan dan kebenaran yang terkuak dari pengungkapan fakta-fakta dari lapangan menurut versi masing-masing," kata Jimly usai berbuka puasa bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Dia meminta kepada publik, tokoh politik, hingga tokoh masyarakat agar tidak menyimpulkan hal yang belum sesuai keputusan hukum. Semua pihak diminta menahan diri untuk tidak saling mengejek satu sama lain.

"Jadi saya juga mengajak semua tokoh masyarakat, tokoh Parpol, relawan yang menang dan kalah, tahan diri. Jangan lagi saling ejek mengejek yang menang jangan menyoraki yang kalah jangan mencibir," ungkap Jimly.

"Biarlah pemenang dan kalah sama-sama terhormat. Itu sesuai budaya politik demokrasi pancasila," lanjut Jimly.

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno ingin agar masyarakat melepas segala atribut pendukung Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandiaga.

"Mohon dilepas atribut 02 dan 01. Saya sendiri bersama Pak Prabowo sangat hanyut dalam satu kita terharu banyak sekali masyarakat menitipkan pada kita," kata Sandiaga dalam acara Munajat, Dzikir dan Konsolidasi Anti Kecurangan Prabowo-Sandi di Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta Pusat, Minggu (19/5) malam.

Menurutnya, ini bukan lagi masalah Prabowo-Sandi. Tapi, sekarang tentang Pemilihan Umum (Pemilu) yang jujur dan adil dan tak ada lagi yang melakukan provokasi.

"Kita dengarkan pada semua pihak jangan memprovokasi, keadaan aman dan damai. Semua kegiatan pada koridor hukum dan konstitusi. Siapkan landasan agar tak ada masalah dengan hukum di bulan suci Ramadan," ujarnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini