Gugatan Prabowo ke MK Bisa Pindahkan Kekecewaan dari Jalan ke Ruang Sidang

Rabu, 22 Mei 2019 03:14 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Gugatan Prabowo ke MK Bisa Pindahkan Kekecewaan dari Jalan ke Ruang Sidang Massa Aksi Buka Puasa dan Salat Maghrib di Bawaslu. ©2019 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengapresiasi langkah calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno yang akan menempuh jalur hukum sengketa pemilu ke MK. Jimly yang juga

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) berharap, agar memproses sengketa dengan adil dan transparan.

"Saya bersyukur bahwa akhirnya kubu 02 berketetapan hati untuk mengajukan perkara di Mahkamah Konstitusi. Maka kita berharap Mahkamah Konstitusi melayani prima, adil, transparan, independen, sungguh-sungguh untuk membenarkan konstitusi," kata Jimly di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Dia meminta kepada penegak hukum agar mencari kebenaran dan keadilan di dalam forum. Serta berhasil memindahkan kekecewaan para pendukung yang melakukan aksi di jalan menjadi di ruang sidang. Sebab itu Jimly meminta kepada para demonstran untuk menggunakan haknya.

"Jadi di forum MK itu diharapkan berhasil memindahkan kekecewaan dari jalanan ke ruang sidang. Nah nanti bahwa ada masalah, ada ketidakpercayaan, ada kasus pelanggaran, hal-hal yang dianggap curang, maka sistem konstitusi negara kita sudah menyediakan mekanismenya," ungkap Jimly.

"Jadi sekali lagi forum sidang MK ini penting sekali bukan sekadar menang dan kalah," lanjut Jimly.

Sebelumnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memberikan pernyataan resmi menyikapi hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat nasional Pilpres 2019. Ada tiga sikap dan langkah politik yang akan diambil BPN Prabowo.

Pertama, pihaknya menolak hasil rekapitulasi suara yang memenangkan Joko Widodo- Ma'ruf Amin tersebut. Sikap ini sama seperti yang disampaikan Prabowo saat BPN mengungkap kecurangan pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya, (14/5) lalu.

"Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada 21 Mei 2019 dini hari tadi," kata Prabowo di Kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, Selasa (21/5).

Prabowo melanjutkan, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi. Dia menilai telah banyak hak-hak rakyat yang dirampas dalam Pemilu 2019.

"Paslon 02 akan melakukan upaya hukum sesuai konstitusi dalam rangka membela kedaulatan rakyat yang hak-hak konstitusinya dirampas pada Pemilu 2019 ini," tegasnya.

Terakhir, mantan Danjen Kopassus ini berpesan agar pendukungnya menggelar aksi secara damai dan konstitusional. Serta selalu menjaga keamanan dan ketertiban nasional.

"Menyerukan kepada komponen masyarakat, relawan, pendukung dan simpatisan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum agar menjaga aksi di depan umum selalu dilaksanakan dengan damai berakhlak dan konstitusional," tandas Prabowo. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini