Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru saja menyelenggarakan kegiatan retreat atau pembekalan intensif bagi puluhan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Acara penting ini berlangsung mulai Jumat, 28 November hingga Minggu, 30 November, bertempat di Korem 162 Wira Bhakti, Mataram. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan utama untuk memperkuat koordinasi dan membangun tim yang solid di jajaran birokrasi daerah.
Kegiatan ini secara khusus dirancang sebagai "team building" untuk memperbaiki pola kerja lintas bidang yang selama ini sering menghadapi kendala koordinasi. Penguatan internal ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antar-OPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Dengan demikian, diharapkan berbagai persoalan di daerah dapat ditangani secara lebih efektif dan efisien oleh seluruh jajaran pemerintahan.
Lalu Muhamad Iqbal juga menekankan bahwa seluruh OPD akan diarahkan untuk fokus pada tiga agenda prioritas utama pemerintahan Iqbal-Dinda. Agenda-agenda tersebut meliputi pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, serta pengembangan sektor pariwisata daerah. Semua OPD diharapkan dapat mengerucutkan program kerjanya untuk mendukung pencapaian target pada ketiga isu besar tersebut.
Advertisement
Advertisement
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan bahwa pembekalan kepala OPD ini adalah langkah strategis untuk mengatasi masalah koordinasi yang kerap muncul dalam birokrasi. "Ini team building supaya terbiasa bekerja dalam satu tim. Di birokrasi masalah yang sering muncul itu kan koordinasi antar bidang. Jadi, kami ingin memperkuat itu," ujarnya di Mataram. Melalui kegiatan ini, diharapkan para kepala OPD dapat lebih mudah berkolaborasi dan bersinergi dalam menangani berbagai tantangan pembangunan.
Iqbal berharap kegiatan pembekalan ini akan membuat OPD semakin solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia secara tegas mengarahkan agar setiap OPD memfokuskan program kerjanya pada tiga agenda utama pemerintahannya. "Kan dari awal saya bilang bahwa ada tiga agenda utama, jadi semua OPD ini sebenarnya OPD pada tiga agenda itu, yakni pengentasan kemiskinan, kemudian ketahanan pangan, dan pariwisata, jadi semua OPD akan mengerucut ke tiga isu besar itu," jelasnya. Penekanan pada tiga prioritas ini diharapkan dapat memberikan arah yang jelas bagi seluruh perangkat daerah.
Advertisement
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, Baiq Nelly Yuliarti, menjelaskan bahwa kegiatan retreat ini bersifat internal dan tidak mendatangkan pembicara dari pemerintah pusat. Namun, beberapa lembaga penting seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung tetap hadir, mengingat keduanya sering berkunjung ke NTB dalam berbagai kegiatan. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan.
Materi pembekalan kepala OPD ini disampaikan oleh sejumlah pihak berkompeten, termasuk Kapolda NTB, Danrem, serta perwakilan dari BPK dan KPK. Selain pemaparan materi, peserta retreat juga mengikuti latihan baris-berbaris sebagai pengingat akan pentingnya kedisiplinan. Nelly menegaskan bahwa tidak ada latihan militer berat dalam kegiatan ini, melainkan hanya untuk penyegaran dan penguatan wawasan kebangsaan. "Tidak ada latihan militer, emang-nya mau perang. Pelatihan baris, iya kali," tambahnya, menepis kekhawatiran adanya pelatihan fisik yang berlebihan.
Saat ini, terdapat 48 pejabat eselon II di lingkup Pemprov NTB yang menjadi peserta pembekalan. Meskipun kehadiran dianggap wajib, pejabat yang memiliki kepentingan penting dan tidak dapat ditunda diperbolehkan untuk tidak hadir tanpa dikenai sanksi. Namun, Nelly Yuliarti tetap menekankan pentingnya partisipasi aktif. "Diupayakan harus hadir karena ini wajib," tuturnya, menunjukkan komitmen Pemprov NTB terhadap peningkatan kapasitas para pimpinannya.
Advertisement
Advertisement
Baiq Nelly Yuliarti menegaskan bahwa retreat ini bukan merupakan bentuk evaluasi kinerja para kepala dinas, melainkan sebuah ruang untuk penyegaran. Kegiatan ini lebih berfokus pada penguatan disiplin, peningkatan wawasan kebangsaan, serta pemahaman manajemen risiko dalam pelaksanaan tugas. "Ini bukan karena kinerja Kepala Dinas berkurang. Retreat itu lebih kepada penyegaran. Mengingatkan kembali tugas-tugas kepemimpinan pejabat eselon II, agar lebih solid, lebih berhati-hati, dan lebih memahami peran masing-masing," ujarnya. Hal ini penting untuk memastikan setiap pejabat memahami tanggung jawabnya secara penuh.
Nelly menyebutkan bahwa pembekalan kepala OPD ini menjadi momentum penting karena baru pertama kalinya para kepala OPD dikumpulkan khusus untuk penyegaran dan penguatan wawasan kebangsaan. "Selama ini Kepala OPD belum pernah dikumpulkan untuk penyegaran seperti ini. Baru sekarang kami lakukan. Sama seperti retreat Sekda kemarin yang merupakan arahan Mendagri dan tidak boleh diwakilkan," katanya. Inisiatif ini menandai komitmen serius Pemprov NTB dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kinerja birokrasi secara menyeluruh.
Sumber: AntaraNews
Advertisement