Golkar Sebut Koalisi Jokowi Belum Bahas Soal Kabinet

Selasa, 25 Juni 2019 13:44 Reporter : Merdeka
Golkar Sebut Koalisi Jokowi Belum Bahas Soal Kabinet Tubagus Ace Hasan Syadzily. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, koalisi parpol yang berada di kubu Jokowi-Ma'ruf, sampai saat ini belum sama sekali membicarakan soal kabinet. Semuanya akan dilakukan usai putusan Mahkamah Konstitusi.

Adapun MK mempercepat putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang diajukan Prabowo-Sandiaga, menjadi tanggal 27 Juni 2019.

"Pembicaraan soal kabinet dalam koalisi belum ada. Dalam internal koalisi saja pembahasan soal kabinet belum menjadi perbincangan. Kita tunggu saja hasil Mahkamah Konstitusi (MK)," ucap Ace saat dikonfirmasi, Selasa (25/6).

Saat ditanya soal Gerindra akan masuk, dia menuturkan koalisi tentu terbuka untuk siapapun.

"Prinsipnya, kami sangat terbuka untuk sama-sama membangun bangsa ini. Memperkuat koalisi yang sudah terbangun dari sejak pemilihan dan kampanye jauh lebih diutamakan karena partai-partai dan para relawan inilah yang telah berjuang dan bekerja keras untuk memenangkan pasangan Jokowi-Kiai Maruf," pungkasnya.

Airlangga Akan Terima Gelar Doktor Kehormatan Di Korsel

Ketua Umum Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, akan menerima anugerah gelar doktor honoris causa (HC) di bidang Development Policy dari KDI School of Public Policy, Korea Selatan.

"Rencananya, menurut salinan undangan yang diterima, upacara penganugerahan akan diberikan pada Rabu (26/6/2019) di KDI School yang berlokasi di Sejong," ucap Ketua DPP Partai Golkar bidang Media & Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily.

Dia menyebut, KDI School of Public Policy berafiliasi dengan The Korea Development Institute (KDI), lembaga riset negara yang saat ini menduduki peringkat ke-20 lembaga riset terbaik dunia dan peringkat kelima lembaga riset terbaik non-AS (2018), serta lembaga riset terbaik di kategori Top International Development Policy Think Tanks.

"Kampus ini juga anggota dari National Research Council for Economics, Humanities, and Social Sciences. KDI menawarkan program pendidikan yang inovatif dan fokus pada isu kebijakan dan internasional, dan membagikan pengalaman pembangunan Korea yang unik kepada komunitas global," jelas Ace.

Menurut dia, selain menerima gelar doktor kehormatan, Menteri Perindustrian itu juga direncanakan meneken nota kesepaham (MoU).

"Akan meneken MoU dengan NRC Korea terkait dengan kerja sama riset inovasi industri pada kunjungannya ke Korea Selatan," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini