Gerindra Khawatir Pertemuan Prabowo-Jokowi Dianggap Menafikan Kecurangan Pemilu

"Silaturahmi jangan dijadikan alasan untuk menafikan dan anggap selesai jika ada urusan-urusan pelanggaran hukum seperti kecurangan-kecurangan pemilu sebelum, semasa dan sesudah pencoblosan dan bentuk bentuk pelanggaran hukum lainnya," tutur Sodik.

Muhammad Genantan Saputra
Gerindra Khawatir Pertemuan Prabowo-Jokowi Dianggap Menafikan Kecurangan Pemilu
Jokowi bertemu Prabowo. ©2015 merdeka.com/istimewa

Sejumlah pihak mendorong pertemuan antara capres 01 Joko Widodo dan capres 02 Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019. Politikus Partai Gerindra Sodik Mudjahid menyebut, Prabowo sangat siap untuk bersilaturahmi.

"Menyambungkan silaturahmi saling memaafkan adalah hal yang sangat manusiawi. Karenanya harus dilakukan apalagi oleh tokoh pemimpin bangsa panutan rakyat dan PS (Prabowo Subianto) sangat siap," kata Sodik kepada wartawan, Selasa (4/6).

Namun, Sodik tak ingin silaturahim tersebut dijadikan alasan untuk menafikan pelanggaran hukum seperti kecurangan-kecurangan Pemilu 2019.

"Silaturahmi jangan dijadikan alasan untuk menafikan dan anggap selesai jika ada urusan-urusan pelanggaran hukum seperti kecurangan-kecurangan pemilu sebelum, semasa dan sesudah pencoblosan dan bentuk bentuk pelanggaran hukum lainnya," tuturnya.

Sodik khawatir keadilan tidak akan tegak jika kedok silaturahmi digunakan untuk mengabaikan pelanggaran pelanggaran hukum pada Pemilu serentak 2019.

"Jika silaturahmi diartikan untuk menafikan dan membebaskan hal-hal seperti tersebut di atas maka hukum dan keadilan di negeri ini tetap tidak akan tegak kehidupan bernegara dan berkonstitusi tidak akan jalan," tandasnya.

Rekomendasi