Fakta Unik: Tak Sadar Direkam, Anggota DPRD Gorontalo WM Akui Ingin 'Rampok Uang Negara' dalam Video Viral

Anggota DPRD Gorontalo berinisial WM akhirnya mengakui kebenaran video viral yang memperlihatkan dirinya berucap ingin 'merampok uang negara', namun mengaku tak sadar direkam oleh teman wanitanya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Tak Sadar Direkam, Anggota DPRD Gorontalo WM Akui Ingin 'Rampok Uang Negara' dalam Video Viral
Anggota DPRD Gorontalo berinisial WM akhirnya mengakui kebenaran video viral yang memperlihatkan dirinya berucap ingin 'merampok uang negara', namun mengaku tak sadar direkam oleh teman wanitanya. (Merdeka.com)

Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo mengonfirmasi bahwa seorang anggota legislatif berinisial WM telah mengakui dirinya dalam video viral yang beredar luas. WM menyatakan tidak menyadari ucapannya yang kontroversial, yakni ingin merampok uang negara, direkam dan kemudian disebarluaskan oleh teman wanitanya. Pengakuan ini disampaikan langsung kepada BK DPRD setelah video tersebut memicu beragam tanggapan negatif dari masyarakat.

Video berdurasi lebih dari satu menit itu memperlihatkan WM bersama seorang wanita di dalam mobil, dalam perjalanan menuju Bandara Djalaluddin, Gorontalo. Dalam rekaman tersebut, WM secara eksplisit mengutarakan kata-kata tidak pantas, termasuk niat untuk pergi ke Makassar menggunakan uang negara, merampok uang negara, dan menghabiskannya hingga negara menjadi miskin. Ucapan ini sontak menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.

Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menjelaskan bahwa WM mengakui kebenaran video tersebut saat dimintai klarifikasi pada Jumat (19/9) malam. WM juga mengaku terkejut ketika melihat rekaman video tersebut menjadi viral, padahal kejadian dalam video yang diakui kebenarannya itu terjadi pada bulan Juni lalu.

Kontroversi Video dan Pengakuan Anggota DPRD Gorontalo WM

Video yang viral tersebut memperlihatkan Anggota DPRD Gorontalo berinisial WM sedang bersama seorang wanita di dalam mobil. Dalam rekaman itu, WM melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi. Ucapan tersebut memicu kemarahan publik dan mempertanyakan integritas lembaga legislatif.

Pada bagian akhir video, WM bahkan menyebutkan nama lengkap dan statusnya sebagai Anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang masih aktif bertugas hingga tahun 2031. Keterangan ini semakin memperkuat identitasnya dan membuat video tersebut semakin kredibel di mata masyarakat. Reaksi negatif pun berdatangan dari berbagai kalangan.

Fikram Salilama menegaskan bahwa WM mengakui dirinya adalah sosok dalam video tersebut tanpa keraguan. Namun, poin utama dari pembelaannya adalah ketidaksadarannya bahwa seluruh percakapan dan perilakunya telah direkam. WM merasa kaget ketika rekaman tersebut tiba-tiba muncul dan menjadi perbincangan publik.

Klarifikasi ini menjadi langkah awal bagi BK DPRD untuk menindaklanjuti kasus yang telah mencoreng nama baik lembaga. Pengakuan WM menjadi dasar bagi penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta di balik kejadian tersebut.

Dalih Kondisi Tak Sadar dan Pengaruh Alkohol

Saat dimintai klarifikasi secara langsung oleh BK DPRD Provinsi Gorontalo, Anggota DPRD Gorontalo WM memberikan pembelaan terkait ucapannya. Ia mengaku bahwa saat mengucapkan kata-kata kontroversial dalam video tersebut, dirinya berada dalam kondisi tidak sadar sepenuhnya. Kondisi ini diklaim sebagai penyebab utama dari pernyataan yang dilontarkannya.

WM juga secara terbuka mengakui bahwa sebelum kejadian dalam video, ia telah mengonsumsi minuman beralkohol. Konsumsi minuman beralkohol ini dimulai sejak malam hari sebelumnya dan terus berlanjut hingga pagi hari, saat video tersebut direkam. Pengakuan ini menjadi salah satu argumen utama yang disampaikan WM kepada BK DPRD.

Lebih lanjut, WM juga mengungkapkan bahwa terdapat botol kemasan minuman beralkohol di dalam mobil saat ia dan teman wanitanya pergi menuju Bandara Djalaluddin, Gorontalo. Keberadaan botol tersebut menjadi bukti pendukung atas pengakuannya mengenai konsumsi alkohol sebelum dan saat kejadian dalam video. Informasi ini akan menjadi pertimbangan bagi BK DPRD dalam proses penyelidikan.

Pembelaan WM yang mengacu pada kondisi tidak sadar akibat pengaruh alkohol diharapkan dapat memberikan konteks terhadap ucapannya. Namun, BK DPRD tetap akan menilai apakah alasan ini dapat diterima atau tidak dalam konteks pelanggaran kode etik sebagai seorang Anggota DPRD Gorontalo.

Langkah Tegas Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo

Menanggapi kasus video viral yang melibatkan Anggota DPRD Gorontalo WM, Badan Kehormatan DPRD Provinsi Gorontalo segera mengambil langkah-langkah sesuai peraturan yang berlaku. Proses ini dimulai dari penyelidikan mendalam untuk mengumpulkan semua informasi dan bukti terkait kejadian tersebut. BK DPRD berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan.

Setelah tahap penyelidikan, BK DPRD berencana untuk segera menggelar sidang kode etik. Sidang ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada pekan depan, menunjukkan keseriusan lembaga dalam menangani kasus yang telah menimbulkan kegaduhan publik ini. Tujuan sidang adalah untuk menentukan apakah ada pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh WM.

Ketua BK DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram Salilama, menegaskan pentingnya penanganan kasus ini. "Karena ini sudah menjadi viral dan menimbulkan tanggapan negatif di masyarakat maka kami selaku Badan Kehormatan juga segera memanggil WM untuk dimintai keterangan dan selanjutnya kami segera menggelar sidang," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan respons cepat dan tegas dari BK DPRD.

Kasus ini menjadi ujian bagi integritas lembaga legislatif di Gorontalo. BK DPRD diharapkan dapat memberikan keputusan yang adil dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat. Semua pihak menanti hasil dari penyelidikan dan sidang yang akan dilakukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi