Diumumkan lebih awal, pencapresan Jokowi diyakini dongkrak elektabilitas PDIP

Sabtu, 24 Februari 2018 11:45 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Prasetio Edi Marsudi. ©2018 Merdeka.com/Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - DPD PDIP DKI Jakarta tak terkejut dengan keputusan Megawati Soekarnoputri yang kembali mencalonkan Jokowi di Pilpres 2019. Jokowi dianggap sebagai kader terbaik, sehingga tak perlu diragukan lagi akan dicalonkan oleh PDIP.

Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi mengatakan, Jokowi kader PDIP yang sejak lama jadi pengurus partai. Bahkan sudah dua periode memimpin Solo. Sehingga wajar jika kembali diusung oleh PDIP nantinya.

"Saya rasa sih bukan surprise ya, memang Pak Jokowi adalah kader PDI Perjuangan, beliau sebagai seorang wakil ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, kebetulan beliau waktu itu juga ditugaskan menjadi wali kota dua periode," papar Prasetio.

"Setelah dua periode beliau dimajukan lagi menjadi gubernur DKI Jakarta, selanjutnya sebagai presiden RI. Dia memang kader murni kalau itu buat kita tidak ada kejutan apa-apa," kata Prasetio di sela Rakernas III PDIP di Sanur, Bali, Sabtu (24/2).

Prasetio menjelaskan, kinerja Jokowi tak diragukan lagi selama memimpin Indonesia. Setiap hari, katanya, Jokowi bekerja demi rakyat.

Tapi di sisi lain, Jokowi juga tak lupa dengan partainya yakni PDIP. Bahkan menyempatkan hadir di Rakernas di tengah kesibukannya.

"Dan kemarin juga menyempatkan diri menghadiri tanpa diundang oleh ibu ketum, tiba-tiba ada di Bali, terus beliau merapat, diputuskan dengan hak prerogatif ibu ketum menjadi capres 2019-2024," jelas ketua DPRD DKI ini.

Prasetio yakin, deklarasi lebih awal ini juga mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi dan PDIP khususnya di Jakarta. Dia yakin? Semakin Jokowi bekerja dengan baik, maka akan semakin baik pula pengaruhnya untuk partai.

Sementara soal sosok cawapres, Prasetio tak berani bicara. Sebab hal itu kewenangan ketum. Dia hanya berharap, Cawapres Jokowi bisa melengkapi.

"Ya yang terbaiklah buat Pak Jokowi dan bisa mengimbangi Pak Jokowi. Pak Jokowi di lapangan dia (wapres) ada di kantor. Seperti antara gubernur dan wagub, ada yang di lapangan ada yang di kantor. Kalau dua duanya di lapangan kan repot juga, jelasnya.

Ketua DPD PDIP Jambi Edi Purwanto 2018 Merdeka.com/Randy Ferdi Firdaus

Sementara Ketua DPD PDIP Jambi Edi Purwanto mengaku kaget dengan keputusan mendadak Megawati itu. Tapi dia gembira, karena jokowi memang dianggap sebagai kader terbaik PDIP.

"Tentu dengan adanya mandat ibu ketum, jadi kewajiban bagi kami untuk mengamankan dan menangkan apa yang sudah diputuskan ibu ketum. Karena itu setelah rakernas, kami lakukan rakerda, rakercab lalu konsolidasikan diri pada partai yang sudah deklarasikan dukungan pada Pak Jokowi," kata Edi.

PDIP Jambi akan bergerak memenangkan pertarungan di Pilpres 2019 nanti. Selain itu mengenalkan kepada rakyat capaian-capaian pemerintahan Jokowi. Seperti dana desa, kartu Indonesia pintar, kartu Indonesia sehat, program keluarga harapan dan percepatan infrastruktur. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini