Anggota DPR RI, Rachmat Hidayat, kembali dipercaya untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penunjukan ini berlangsung dalam Konferensi Daerah (Konferda) PDIP NTB yang digelar di Kota Mataram baru-baru ini. Rachmat Hidayat tidak sendiri, ia didampingi oleh Hakam Ali Niazi sebagai Sekretaris dan Melly Zuraida sebagai Bendahara DPD PDI Perjuangan NTB.
Keputusan tersebut diumumkan pada Senin, 27 Oktober, menegaskan kembali posisi Rachmat sebagai Ketua DPD. Sosoknya dianggap memiliki loyalitas tinggi serta nilai perjuangan yang tidak diragukan lagi di mata partai. Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo, secara langsung mengukuhkan kepengurusan baru ini.
Ganjar Pranowo bahkan menyebut Rachmat Hidayat sebagai "barang antik partai" yang layak memimpin kembali. Penunjukan ini diharapkan dapat membimbing kader partai di NTB dengan baik. Fokus utama kepengurusan baru adalah memperkuat integritas dan keberpihakan kepada rakyat kecil menuju Pemilu 2029.
Advertisement
Advertisement
Dalam Konferensi Daerah tersebut, Ganjar Pranowo mengajak seluruh kader PDI Perjuangan di NTB untuk memperkuat nilai perjuangan dan integritas. Hal ini penting dalam menjalankan tugas politik serta pelayanan publik kepada masyarakat. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga mengingatkan pentingnya disiplin dalam berorganisasi.
Ganjar menekankan agar seluruh kader menjaga solidaritas demi menjadikan PDI-P sebagai partai politik yang semakin besar. "Jadi, langkah menuju kemenangan Pemilu 2029 bukan hanya soal angka suara, tetapi soal keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil," ujarnya. Ia menambahkan bahwa di situlah nilai perjuangan dan integritas harus dikedepankan.
Selain itu, Ganjar juga meminta semua kader untuk selalu mematuhi keputusan partai. Ia mengingatkan agar tidak terjebak pada kepentingan pribadi yang dapat melemahkan kekuatan kolektif partai. Koordinasi rutin antara pengurus DPP, DPD, dan DPC juga dianggap krusial, terutama di NTB di mana suara partai belum terlalu signifikan.
Advertisement
Diperlukan sebuah terobosan dengan terus membersamai dan mencintai rakyat. Salah satunya adalah dengan hadir mendengarkan suara rakyat hingga membantu mencarikan jalan keluarnya. "Untuk tahun 2029, kita fokus menemani dan membela rakyat. Itulah perjuangan sejati PDI Perjuangan," tegas Ganjar.
Advertisement
Menanggapi kepercayaan yang diberikan, Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, menyampaikan komitmennya untuk memberdayakan kader-kader muda. Ia berencana untuk melibatkan mereka dalam jajaran kepengurusan partai di tingkat provinsi. Langkah ini diharapkan dapat membawa semangat baru dan ide-ide segar bagi partai.
Anggota Komisi I DPR ini menyebutkan bahwa pihaknya akan melatih para kader muda tersebut. Pelatihan akan difokuskan agar mereka menjadi kader partai yang korektif, konstruktif, objektif, dan solutif dalam membangun daerah. Tujuannya adalah mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas.
"Agar mereka ini menjadi kader sejati yang baik. Jadi jangan ditukar dan diinjak dengan uang, jangan barter dengan materi, tetapi barter-lah dengan kepentingan rakyat," tegas Rachmat. Pesan ini menekankan pentingnya idealisme dan keberpihakan pada rakyat di atas segalanya.
Advertisement
Lebih lanjut, Rachmat mengingatkan bahwa PDIP merupakan partai yang lahir dari penderitaan rakyat. Oleh karena itu, posisi partai saat ini harus mampu membantu rakyat atau sebagai penyambung lidah rakyat. "Ingat, yang harus dipertahankan adalah korektif, konstruktif, dan solutif," pungkasnya, menegaskan kembali prinsip dasar perjuangan partai.
Sumber: AntaraNews