Debat berbahasa Inggris, Masinton saran Koalisi Prabowo 'nyalon' di Eropa

Jumat, 14 September 2018 18:49 Reporter : Nur Habibie
Debat berbahasa Inggris, Masinton saran Koalisi Prabowo 'nyalon' di Eropa Masinton Pasaribu. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Politisi PDIP Masinton Pasaribu menyarankan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menggelar debat kandidat di Amerika. Hal itu setelah Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto, mengusulkan agar debat menggunakan Bahasa Inggris.

"Suruh debatnya dia di sana, di Amerika, di Eropa, ini kan di Indonesia debat harus bisa dimengerti masyarakat," kata Masinton di Kantor TII, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Menurutnya, Koalisi Prabowo tak mengerti realitas masyarakat Indonesia.

"Itu menampakkan, temen-temen sebelah itu enggak ngerti realitas masyarakat kita. Masyarakat kita itu ingin mendengar gagasan yang bisa dimengerti masyarakat kita," ujarnya.

Ia memberi saran, jika kubu Prabowo-Sandiaga tetep ingin debat menggunakan Bahasa Inggris, lebih baik menyalonkan diri di Eropa.

"Kalau dia Bahasa Inggris suruh aja di Eropa, ikut kontestasi Festival Bahasa Inggris. Suruh nyalonnya di sana (eropa). Ini kan Indonesia, masyarakat ingin mengerti, jangankan ke Inggris-Inggrisan rakyat kita ingin dengan bahasa yang merakyat sesuai dengan bahasa yang digunakan sehari hari," jelasnya.

Ia menyindir, justru malah Prabowo-Sandiaga yang dianggap tak fasih dalam menggunakan Bahasa Inggris dengan baik dan benar.

"Pak Jokowi dan Pak Amin sangat fasih itu. Enggak tahu kalau sebelah sana mungkin karena besarnya di luar Indonesia, ingin ke barat-baratan, nanti pak Jokowi dan Pak Ma'ruf si fasih tapi ingin menyampaikan gagasan sesuai dengan bahasa rakyat dan yang dimengerti," katanya.

Seperti diketahui, Kubu Prabowo-Sandiaga menginginkan debat calon presiden dan wakil presiden nantinya dibuat lebih berbeda. Jika biasanya menggunakan bahasa Indonesia, kubu Prabowo menginginkan debat berbahasa Inggris.

Alasannya, penggunaan bahasa Inggris penting mengingat seorang pemimpin negara akan bergaul dan berbicara di dunia internasional.

"Karena presiden bergaul di dunia internasional, supaya tidak ada miss komunikasi dan salah tafsir dari lawan bicara, ya memang penting juga calon presiden matang dalam menguasai bahasa luar, dari bahasa Indonesia itu," ucap Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini